Tanah Ciherang Sukabumi Bergerak, MRI-ACT Bantu Warga Terdampak

Sukabumi, relawan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.

Penetapan tanggap darurat bencana itu berlangsung selama 7 hari, mulai terhitung 4 Februari hingga 10 Februari 2021. Selama masa tanggap darurat korban pergerakan tanah dievakuasi ke pengungsian dan sebagian besar tinggal di rumah kerabatnya. Tanggap darurat dilakukan sebab dampak bencana yang ditimbulkan semakin parah.

Merespon hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Sukabumi dan BPBD Kabupaten Sukabumi beserta relawan gabungan lainnya membantu warga terdampak, sebelum itu tim melakukan apel pagi yang dipimpin Koordinator Lapangan BPBD Kabupaten Sukbumi. setelah melakukan apel tim langsung bergerak memantu warga.

“Kemudian kita ditugaskan dalam beberapa tupoksi dibagi oleh BPBD Sukabumi, diantaranya ada 3 (tiga) tempat yang di fokuskan untuk menjadi pergerakan hari ini yaitu Perbaikan MCK, mengevakuasi barang warga dan pembongkaran genteng rumah,” ujar relawan MRI-ACT Sukabumi, Amram Tuarlela

“Selain dari ketiga tugas di atas yang di fokuskan relawan MRI-ACT Sukabumi dan Relawan Gabungan lainnya. Tim juga membantu dapur umum untuk makan para pengungsi dan relawan. Juga membantu packing logistik di posko utama, dan mendorong logistik yang masuk ke posko utama,” tambahnya.

Kondisi bencana alam pergerakan tanah di Kampung Ciherang, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat kian parah dari hari ke hari. Retakan terus meluas, kerusakan rumah dan infrastruktur di kawasan tersebut.

Kondisi jalan setapak yang juga terlihat sebagian sudah terbelah, begitu juga dengan saluran air yang hancur. Beberapa rumah permanen juga sudah retak, sebagian terbelah dan dihancurkan oleh warga karena dinilai membahayakan.