MRI-ACT Bandung Raya Bantu Evakuasi Warga Terisolasi di Subang

Subang, relawan.id – Tingginya intensitas hujan mengguyur Kabupaten Subang, membuat banjir merendam ribuan rumah di Kecamatan Pamanukan, Subang. Sehingga warga harus dievakuasi dan ditampung di tempat pengungsian.

Tidak hanya rumah, infrastruktur seperti jalan umum juga lumpuh total, salah satunya Jalan Raya Otto Iskandardinata (Otista) yang terendam parah. Ketinggian air di Pemanukan mencapai dua meter.

Merespon hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Bandung Raya menurunkan relawan untuk turut serta membantu pemerintah setempat dalam evakuasi warga yang terdampak banjir besar yang sedang terjadi di Pamanukan, Subang.

“MRI-ACT Bandung Raya menyusul aksi dari tim MRI daerah Subang yang terlebih dahulu turun aksi dan assessment di lokasi banjir terutama di Kecamatan Pamanukan,” ujar relawan MRI-ACT Bandung Raya, Fahmi, Selasa (10/2/2021).  

Saat ini, MRI Bandung Raya masih membantu warga yang masih terisolasi dan belum dievakuasi di Desa Mulyasari. mengingat di lapangan masih terdapat warga yang belum dievakuasi.

Selain itu, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Subang mulai mendirikan dapur umum di delapan kecamatan yang terendam banjir. Fasilitas itu dibuat untuk pemenuhan kebutuhan logistik para pengungsi sehari-hari. 

Kepala Dinsos Kabupaten Subang, Deden Hendrian, menyatakan, dengan dapur umum kebutuhan konsumsi pengungsi sehari-hari dipastikan aman. Tidak akan ada istilah pengungsi kelaparan atau kekurangan makanan.  

“Kebutuhan warga korban banjir aman, terpenuhi Insya Allah. Semua dapur umum tersedia di setiap posko pengungsian,”ujar Deden, Selasa (9/2/2021). 

Dia menyebutkan, wilayah yang terendam banjir yakni Kecamatan Pamanukan, Ciasem, Blanakan, Sukasari, Legonkulon, Subang, Dawuan dan Kalijati.  Kondisi banjir terparah berada di Kecamatan Pemanukan, sedikitnya 5.000 kepala keluarga yang menjadi korban banjir.