MRI-ACT Siagakan Relawan Hadapi Musim Hujan

Jakarta, relawan.id– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan akan adanya potensi cuaca ekstrem selama sepekan ke depan. Sebanyak 96% dari 342 zona musim kini telah memasuki musim penghujan.

“Hal ini juga telah diprediksi sejak Agustus 2020 lalu, bahwa terkait dengan puncak musim hujan akan terjadi pada Januari – Februari 2021 di sebagian Sumatera bagian selatan, sebagian besar Jawa termasuk DKI Jakarta, sebagian Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat dan bagian selatan Papua. Berdasarkan kondisi tersebut, maka kewaspadaan akan potensi cuaca ekstrem harus terus ditingkatkan,” tulis Deputi Bidang Meteorologi Guswanto M.Si dalam keterangan resminya Selasa (9/2/2021) lalu.

BMKG juga mengungkap potensi banjir di DKI Jakarta dalam beberapa hari ke depan karena terjadi penurunan tanah di 40% wilayah ibu kota. “Genangan juga mudah terjadi di Jakarta, karena 40 persen wilayahnya memang sudah lebih rendah karena fenomena penurunan tanah. Terlebih banjir akan lebih meluas apabila terjadi rob pasang naik air laut, sebagaimana terjadi di Semarang,” tutur Kepala Sub Koordinator Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG Siswanto secara tertulis, Ahad (7/2).

Ia menjelaskan potensi banjir didukung oleh kemungkinan terjadinya hujan ekstrem di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) atau di bagian hulu seperti di Puncak, Bogor. Jika kondisi itu terjadi dan air hujan membuat debit air meningkat melebihi kapasitas sungai, maka menurutnya banjir sangat mungkin menggenangi wilayah Jakarta.

Beberapa titik di Jabodetabek juga sempat tergenang banjiir akibat hujan lebat pada Ahad dan Senin (8/2/2021) kemarin. Di antaranya  Bidara Cina, Jakarta Timur, 8 desa di 5 kecamatan di Bekasi, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Desa Bojongkulur, Kabupaten Bogor dan Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan. Di titik-titik tersebut, Tim Tanggap Darurat Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) sempat melakukan evakuasi dan sampai saat ini masih bersiaga.

“Satu tim kita siagakan di Karawang dengan perahu karet, kayak, dan satu pikap kabin ganda serta perlengkapan water rescue. Begitu juga dengan tim yang siaga di Markas Komando di Sawangan, kita berikan perlengkapan yang sama. Ada tim kita juga masing-masing 5 orang yang bersiaga di 4 cabang ACT yakni Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Depok, ” ujar Daryadi dari Tim Tanggap Darurat ACT, Rabu (10/2/2021).

Evakuasi yang masih berjalan hingga Rabu (10/2/2021) ini yakni di Karawang. Selain evakuasi, distribusi bantuan juga berjalan bersamaan dibantu oleh Tim cabang ACT yang ada di sekitar wilayah tersebut. “Kita berupaya terus memaksimalkan ikhtiar untuk meminimalisir dampak dari banjir kepada masyarakat. Dan kita berharap juga, kondisi ini dapat cepat berlalu dan berangsur pulih kembali,” harap Daryadi.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 8 Februari, beberapa daerah sudah masuk dalam kategori siaga banjir, termasuk Jabodetabek. Sehingga BNPB mengimbau pemerintah, lembaga terkait, maupun masyarakat menyiapkan kewaspadannya.