Respon Banjir di Beberapa Daerah, MRI-ACT Kirimkan Relawan Bantu Evakuasi

Jakarta, relawan.id – Sejumlah daerah di Indonesia seperti di Banten, Jawa Tengah hingga DKI Jakarta mengalami banjir sejak beberapa hari lalu. Badan Pusat Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan daerah seperti Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah masuk dalam kategoris siaga dengan adanya potensi hujan lebat yang dapat berdampak dengan terjadinya banjir atau bandang dalam periode 8-9 Februari.

Bencana tersebut membawa dampak yang cukup besar bagi warga terdampak, khususnya permukiman dan harta benda yang terendam hingga transportasi darat yang lumpuh serta aktivitas ekonomi yang terganggu. Selain itu, bencana banjir ini juga memakan korban jiwa.

“Banjir yang melanda sejumlah daerah ini juga memicu bencana lain seperti longsor yang menimbulkan korban jiwa,” jelas Kusmayadi dari tim Tanggap Darurat ACT, Rabu (10/2/2021).

Bencana banjir yang terjadi di sejumlah daerah tak lepas dari datangnya puncak musim hujan di beberapa daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan di bulan Februari ini sejumlah wilayah masih berpotensi mendapatkan curah hujan yang tinggi hingga ekstrem. Fenomena ini lah yang memungkinkan terjadinya bencana hidrometeorologi. 

“Hal ini (bencana hidrometeorologi) tergantung pada daya dukung lingkungan dalam merespons kondisi curah hujan,” jelas Guswanto, Deputi Bidang Meteorologi BMKG seperti dilansir kompas.comSelasa (9/2/2021).

Merespons banjir ini, MRI-ACT sigap mengirimkan tim tanggap darurat ke sejumlah daerah. Salah satu titik yang menjadi fokus tim ACT ada di Dusun Raungmaung, Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu. Di lokasi ini, banjir masih menggenangi hingga saat ini dengan ketinggian 50-60 sentimeter. Warga mengaku selama tiga hari bencana, belum ada bantuan kemanusiaan yang hadir untuk mereka.

“Hari ini tim MRI dan ACT ke lokasi warga yang terdampak banjir. Kami melakukan asesmen sekaligus membawa bantuan bagi warga,” jelas Muhammad Atqia Tawwaba dari tim ACT Cirebon, Rabu (10/2/2021).

Selain di Indramayu, tim Tanggap Darurat ACT-MRI juga diterjunkan untuk mengevakuasi warga yang hingga saat ini terjebak banjir di Pamanukan, Subang. Salah satu titik evakuasi ialah Desa Mulyasari, Binong, Subang yang beberapa waktu lalu salah satu warganya sempat viral di media sosial karena meminta pertolongan dari jebakan banjir yang terus tinggi. Ternyata, hingga hari ini, di lokasi banjir, tim ACT-MRI masih menemukan warga yang masih belum juga terevakuasi.

“Selain tim tanggap darurat, kami juga telah mengerahkan perahu karet, serta alat pelindung diri untuk mendukung proses evakuasi,” ujar relawan MRI-ACT Bandung,  Husen Nurochman, Rabu (10/2/2021).