Kapal Kemanusiaan dari MRI-ACT Aceh untuk Sulbar Diberangkatkan

Aceh Besar, relawan.id– Gempa M 6,2 yang mengguncang Mamuju dan Majene pada Jumat (15/1/2021) lalu hingga kini masih membawa dampak buruk baru para korban terdampak. Penyintas tak sedikit yang masih bertahan di tenda pengungsian. Rumah mereka mengalami kerusakan dan menjadi ancaman baru bagi keselamatan jiwa jika sewaktu-waktu runtuh. Mereka sampai sekarang menggantungkan pemenuhan hidup pada bantuan kemanusiaan.

Melihat masih urgennya bantuan kemanusiaan di Sulawesi Barat, Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Banda Aceh dan Aceh Besar ikut melayarkan Kapal Kemanusiaan untuk Sulawesi Barat. Bantuan beras sebanyak 16 ton dari masyarakat Aceh akan dilayarkan bersama bantuan dari provinsi lain di Sumatra yang diberangkatkan menggunakan Kapal Kemanusiaan dari Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara, Rabu (10/2/2021).

Pelepasan bantuan beras dari Aceh untuk Sulbar ini dilakukan pada Senin (8/2/2021) lalu. Pelepasan bantuan beras diikuti oleh lintas komunitas dan organisasi masyarakat, pemerintah, dan Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh yang ditandai dengan pemotongan pita bersama di Komplek Pabrik Meutuah Baro, Gampong Lam Neuheun, Kuta Baro, Aceh Besar. Truk berspanduk dengan tulisan “Beras dari Aceh untuk Korban Bencana Sulawesi Barat” kemudian dibawa keliling hingga ke Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Perjalanan truk didampingi pengawalan dari pihak kepolisian, komunitas-komunitas dan relawan MRI dilengkapi bendera.

Kepala Cabang ACT Aceh Lisdayanti mengatakan, bantuan beras tersebut mewakili rasa cinta dan kasih sayang masyarakat Aceh terhadap korban bencana gempa di Sulawesi Barat. Bantuan ini juga menjadi bukti nyata kedermawanan yang hadir walau terpisah ruang dan waktu. “Beras yang terkumpul merupakan kerja sama ACT dengan berbagai komunitas dan tercapai bantuan beras seberat 16 ton dan akan dikirim dengan bantuan lain dari berbagai wilayah,” jelas Lisdayanti saat pelepasan truk ke Belawan.

Wakil Ketua MPU Tgk Faisal Ali atau akrab disapa Lem Faisal saat menghadiri pelepasan bantuan beras ini mengatakan, sedekah terbaik dari masyarakat Aceh merupakan wujud nyata kedermawanan. Bersedekah bisa menjauhkan dari berbagai masalah. “Insyaallah satu kebaikan yang kita lakukan akan dibalas 10 hingga 700 kali lipat oleh Allah,” ujar Faisal.

ACT sendiri, selain fokus pada pemenuhan pangan di masa tanggap darurat dan transisi, juga terus mendampingi penyintas hingga masa pemulihan. Salah satu yang sedang disiapkan ialah pendirian hunian nyaman terpadu atau Integrated Community Shelter (ICS) untuk para penyintas agar tak lagi tinggal di tenda pengungsian yang memprihatinkan.

“Sedekah terbaik atau wakaf masyarakat Aceh bisa disalurkan untuk korban bencana Sulbar melalui ACT Aceh dengan cara datang langsung ke kantor kami atau menghubungi kami melalui kanal media sosial,” ajak Lisdayanti.