MRI-ACT Jateng Distribusikan 2.000 Porsi Makanan untuk Korban Banjir Semarang

Semarang, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Jawa Tengah mendistribusikan 2.000 porsi makanan siap santap untuk korban banjir di Kota Semarang. Jumlah itu merupakan akumulasi bantuan pangan sejak hari pertama banjir melanda, Sabtu (6/2/2021).

Koordinator Program ACT Jateng, Hamas Rausyanfikr menerangkan, relawan MRI-ACT bergerak sejak hari pertama banjir menggunakan perahu karet menyusuri perkampungan warga yang terdampak paling parah. 

“Selain membagikan makanan siap saji dan logistik, kita turut membantu evakuasi warga yang hendak mengungsi,” kata Hamas, Rabu (10/2/2021).

MRI-ACT juga mendirikan dapur umum di Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang kemudian Dapur Umum kedua ada di Griya Pandansari, Kelurahan Sawah Besar, Kecamatan Gayamsari. Hamas mengajak masyarakat untuk membantu para korban dengan mendatangi kantor ACT Jawa Tengah atau menghubungi careline ACT di 081234234514.

“Insyaallah kita masih akan membersamai masyarakat terdampak hingga fase recovery mendatang,” ungkap Hamas.

Sementara itu, Eko Irwan salah satu warga Trimulyo mengaku kejadian banjir tahun 2021 merupakan bencana terparah yang pernah ia rasakan. “Pernah ada banjir besar pada taun 2017, namun tidak separah sekarang. Kalau lima tahun lalu air surut dalam kurun waktu satu bulan. Enggak tahu kalau banjir 2021 ini kapan air akan surut,” kata Eko.

Di tengah kesedihan banjir yang dialami, Eko masih menyisihkan rasa syukur karena hadirnya lembaga kemanusiaan yang silih berganti membantu warga. “Terima kasih ACT beserta para donatur atas doa dan bantuannya. Semoga menjadi berkah untuk kita semua,” pungkas Eko.

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang, ada 10 kecamatan di Semarang yang terendam banjir di awal bulan Februari. Banjir melanda Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, Semarang Tengah, Semarang Selatan, Ngaliyan, Pedurungan, Semarang Timur, Gayamsari, dan Genuk.

Banjir menggenangi 76 kelurahan di Kota Semarang sejak Sabtu (6/2/2021). Berdasarkan asesmen Masyarakat Relawan Indonesia-Aksi Cepat Tanggap Jawa Tengah, kelurahan Kelurahan Trimulyo di Kecamatan Genuk, disusul Kelurahan Kaligawe dan Kelurahan Sawah Besar Kecamatan Gayamsari menjadi wilayah terdampak parah.