MRI-ACT Bantu Distribusikan Logistik untuk Terdampak Banjir dan Longsor di Kebumen

Kebumen, relawan.id – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah wilayah wilayah, Selasa (9/2/2021). Bahkan, bencana longsor dilaporkan sudah memakan korban jiwa.

Selain memakan korban jiwa, tanah longsor juga menyebabkan tujuh rumah rata dengan tanah, termasuk juga hewan peliharaan milik warga yang terdampak. Selain itu 5 Lima Unit Sepeda Motor dan juga Lahan milik Warga tertimbun longsoran antara 1 sampai 5 meter.

Merespon bencana tersebut, di hari ke-6 (14/2/2021), Tim Rescue Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Kebumen dan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Purwokerto bersama BASARNAS serta tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban meninggal akibat longsor di Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Korban bernama Jemarun (48 tahun), warga Dukuh Krajan, Desa Kalijering, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen.

“Korban sebelumnya atas nama Tarsinah dan Doniatun sudah di temukan Oleh BASARNAS dan Tim Sar Gabungan termasuk salah satu rescue MRI-ACT Kebumen yaitu mas Kevin yang terlibat dalam pencarian, semua korban di temukan dalam keadaan meninggal dunia,” terang bagian Marketing dan Komunikasi ACT Purwokerto, Venatan Pramudio, Senin (15/2/2021).

“Data pengungsi dari BPBD Kebumen saat ini ada 52 KK dengan Jumlah Jiwa 121 Orang dengan rincian 100 orang Dewasa, 17 anak –anak, dan yang 4 Balita,” tambahnya.

Tidak hanya berpartsipasi dalam pencarian korban, Tim ACT Purwokerto juga mengirimkan bantuan logistik untuk masyarakat yang terdampak banjir dan longsor di Kebumen.

Menurut Venatan, jika diperlukan pihaknya akan menggalang dana untuk membangun shelter bagi korban. Pelayanan kesehatan gratis juga akan diterjunkan oleh Relawan Medis MRI-ACT bagi masyarakat di lokasi kejadian.

“Kedepan dalam pasca bencana ini Insya Allah kami akan tetap support logistik untuk para pengungsi, juga melihat perkembanganya terkait penanganan 7 rumah yang terdampak longsor. Apabila diperlukan untuk melakukan penggalangan dana online guna membangun Integrated Community Shelter sebagai bagian dari recovery,” pungkas Venatan.