Kapal Kemanusiaan ACT Kembali Kirimkan 70 Ton Logistik dari Sumbar

Padang, relawan.id – Setelah melayarkan Kapal Kemanusiaan yang pertama untuk Sulawesi Barat pada akhir Januari lalu, kali ini Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melayarkan Kapal Kemanusiaan yang membawa bantuan. Total 70 ton logistik ACT layarkan dari Pelabuhan Teluk Bayur, Padang menuju Pelabuhan Belang-Belang di Mamuju. Puluhan ton bantuan tersebut dikumpulkan dari dermawan se-Sumatra Barat, Jambi, Bengkulu dan Riau.

Kapal Kemanusiaan Minang Dermawan ini berangkat pada Kamis (11/2/2021) dan diperkirakan tiba di Sulawesi Barat dalam waktu sembilan atau sepuluh hari dari keberangkatan. Berlayarnya kapal dilepas langsung oleh perwakilan pemerintah provinsi, komunitas, dermawan, serta relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI). Logistik yang dibawa merupakan berbagai kebutuhan utama para penyintas seperti pangan, pakaian baru, selimut, perlengkapan bayi, perlengkapan mandi, hingga makanan khas Minang, yaitu rendang.

“Bantuan yang dibawa Kapal Kemanusiaan ini bukan hanya dari warga Sumbar, tapi juga provinsi lain di sekitarnya. Dengan bantuan tersebut, akan menemani proses pemulihan pascagempa warga terdampak bencana di Mamuju dan Majene,” jelas Kepala Program ACT Sumbar Aan Saputra saat melepas keberangkatan kapal.

Sebelum memulai pelayaran dari Teluk Bayur menuju Mamuju, bantuan 70 ton tersebut dilepas di Istana Gubernur Sumbar pada Senin (8/2/2021). Acara pelepasan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumatra Barat Irwan Prayitno. Dalam sambutannya, Irwan mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah terkumpul dari masyarakat Sumbar, Jambi, Bengkulu, dan Riau.

“Sekarang, bencana tengah mengguncang daerah lain, seperti gempa yang pernah mengguncang Sumbar. Oleh karena itu kepedulian kita akan tercatat sebagai amal kebaikan sekaligus balasan atas bantuan yang pernah meringankan kita selama musibah lalu,” ucap Irwan.

Kapal Kemanusiaan yang berangkat dari Sumbar ini merupakan kapal ke tiga yang ACT hadirkan dengan membawa bantuan kemanusiaan untuk Sulawesi Barat. Sebelumnya, kapal serupa berangkat dari Jakarta pada akhir Januari lalu, dan yang kedua berangkat dari Pelabuhan Belawan, Sumatra Utara di waktu yang sama dengan kapal dari Sumbar pada 11 Februari. Selain bantuan dari kapal kemanusiaan, ACT juga terus mendampingi penyintas bencana di masa pemulihan dengan berbagai program. Salah satunya ialah pembangunan hunian nyaman terpadu (ICS) di Dusun Sendana, Desa Botteng Utara, Simboro, Kabupaten Mamuju. Hunian ini bakal menjadi pengganti tenda pengungsian yang tak layak huni lengkap dengan berbagai fasilitas pendukung kehidupan.

“Di samping membangun hunian nyaman terpadu, ACT juga terus mendistribusikan bantuan yang telah tiba di Sulbar ke warga terdampak bencana di Mamuju dan Majene. Posko kemanusiaan lengkap dengan relawan yang bertugas hingga kini terus aktif. Kami akan dampingi penyintas gempa dengan total atas dukungan para dermawan,” jelas Lukman Solehudin, Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju, Selasa (16/2/2021).