MRI-ACT Tangerang Gelar Operasi Makan Gratis untuk Korban Banjir

Tangerang, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kota Tangerang melakukan Operasi Makan Gratis. Total 600 porsi makanan siap santap diberikan untuk korban banjir di sejumlah wilayah di Tangerang. 

Koordinator MRI Tangerang Anggi Dwi Julianto mengatakan, dalam membantu para korban banjir, ACT dan MRI membuka Posko Kemanusiaan di Kelurahan Sudimara Barat, RT 01/ RW 07, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Melalui posko kemanusiaan, pendistribusian bantuan makanan siap saji bisa dilakukan dengan cepat, karena posisi posko yang dekat dengan lokasi bencana. 

“MRI-ACT Kota Tangerang melakukan Operasi Makan Gratis dan didistribusikan untuk korban banjir di Kota Tangerang, yakni di Puri Kartika, Duren Villa Wisma Tajur, Pondok Bahar, serta di Ciledug Indah 1 dan 2. Kami berharap bantuan makanan ini dapat membantu pemenuhan makan para korban banjir yang belum bisa beraktivitas normal,” kata Anggi, Senin (22/2/2021) saat ditemui di Posko Kemanusiaan Lembang, Ciledug.

Aurel, warga terdampak banjir di RT 04, RW 01, Puri Indah 1 Kelurahan Pedurenan, Kota Tangerang, berterima kasih atas bantuan makanan gratis ACT dan MRI Kota Tangerang. Menurut Aurel, makanan yang ia terima sangat membantu karena ia belum bisa beraktivitas memasak lantaran rumah yang masih kotor dipenuhi lumpur.

“Terima kasih bantuan makannya, semoga dibalas Allah dengan kebaikan,” kata ibu yang mencari nafkah dengan menjual baju muslim itu.

Aurel tidak sempat mengevakuasi perabotan rumah. Air bah dengan cepat merendam rumahnya. Hanya anak-anak dan pakaian yang berhasil ia bawa ke tempat pengungsian. 

“Saya enggak sempat jika harus evakuasi barang-barang rumah. Saya ikhlas, sabar, dan tabah, karena ini bencana yang menimpa banyak orang di lingkungan ini. Penting anak-anak dan keluarga sehat dan selamat,” katanya dengan mata yang berkaca-kaca.

Bencana banjir yang terjadi sejak Sabtu (20/2/2021) masih mengkhawatirkan sebagian warga Kota Tangerang. Air sempat merendam rumah warga hingga ketinggian dua meter. Bukan hanya psikis, banjir juga mendatangkan kerugian materi dan membuat aktivitas warga terhambat. Banjir yang melanda Kota Tangerang juga membuat jalanan lumpuh. Hingga Senin sore, air masih menggenangi sejumlah tempat dan pemukiman warga.