MRI-ACT Duri Bantu Padamkan Karhutla di Riau

Dumai, relawan.id – Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau kembali terjadi. Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, ada beberapa kabupaten/kota yang saat ini terdampak kebakaran hutan dan lahan, di antaranya Bengkalis, Dumai, Rokan Hilir, Meranti, dan Indragili Hilir. Kebakaran hutan dan lahan tak boleh dianggap remeh. Dampak besar, selain kerusakan lingkungan, kebakaran akan memicu permasalahan lain, khususnya kesehatan.

Dalam ikhtiar penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, Aksi Cepat Tanggap bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Duri Kamis (4/3/2021) kemarin mengerahkan tim untuk ikut proses pemadaman api. Salah satu titik kebakaran yang cukup parah ada di Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Riau. Di Tanjung Palas, kebakaran sudah masuk hari ke-14.

“Angin yang cukup kencang membuat api dengan mudah merambat, ini jadi salah satu faktor penghambat juga dalam proses pemadaman,” jelas Muhammad Zaki Mubarok, Kepala Cabang ACT Duri yang juga ikut ke lokasi kebakaran.

Dalam proses pemadaman api, tim ACT bergabung dengan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Pertamina, berbagai komunitas serta warga Tanjung Palas. Selain penyemprotan air ke titik api, tim penanggulangan kebakaran juga mencoba cara lain dengan membuat kanal untuk menghambat rambatan api. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dumai, selain di Tanjung Palas, kebakaran juga terjadi di berbagai wilayah. Di antaranya Kecamatan Sungai Sembilan dengan luas lahan terbakar 62,59 hektare, Medang Kampai 9,01 ha, Bukit Kapur 3,5 ha, Dumai Barat 2 ha, dan Dumai Timur 5 ha.

“Pemadaman cukup sulit karena lahan gambut yang terbakar. Sumber api cukup dalam,” tambah Zaki.

Lurah Tanjung Palas Aga Muhaimin berharap, semua pihak bisa membantu dan menunjang proses pemadaman kebakaran lahan ini. Berbagai keperluan saat ini tengah dinantikan, seperti alat pemadam kebakaran, sumur biopori, hingga peralatan medis seperti masker.

“Saat malam, proses pemadaman dan pendinginan telah berlangsung, tapi di siang hari tiba-tiba api muncul lagi akibat angin kencang,” kata Aga.

Kebakaran di wilayah Riau bukan kali ini saja terjadi. Pada tahun 2019, kebakaran hutan dan lahan terjadi dan menjadi salah satu yang terburuk. Dampak musibah tak hanya pada rusaknya lingkungan, tapi juga kesehatan warga sekitar akibat menghirup asap. Merespons bencana ini, pada tahun 2019 ACT mengarahkan relawan Masyarakat Relawan Indonesia dalam jumlah besar serta pengerahan armada kemanusiaan Humanity Food Truck hingga Humanity Water Truck yang bisa menyemburkan air bertekanan tinggi.