ACT Terima Bantuan dari SD Nasional Plus My Little Island

Malang, relawan.id – Sejak Januari lalu, bencana seakan tak putus melanda berbagai wilayah di Indonesia. Mulai dari gempa besar di Mamuju dan Majene, banjir di Kalimantan Selatan dan Papua, sampai kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Semua bencana tersebut kemudian tak serta merta membawa luka bagi masyarakat, melainkan, kekuatan yang lahir dalam wujud bantuan kemanusiaan.

Kali ini, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali menerima sedekah terbaik yang dihimpun dari lingkungan sekolah. Mereka ialah murid, wali murid hingga guru SD Nasional Plus My Little Island, Malang, yang menghimpun dana hingga hampir Rp28 juta yang disalurkan untuk korban terdampak bencana. Kebaikan ini diserakan langsung oleh perwakilan guru dan murid kepada ACT Cabang Malang.

“Kami senang bisa bertemu dengan ACT. Sebelumnya kami memang terpikir untuk menggalang dana kebencanaan, tapi bingung penyalurannya. Kemudian ACT datang yang seakan jadi jawaban kerisauan kami,” ungkap perwakilan SD Nasional Plus My Little Island Mitha saat menyerahkan bantuan.

Kolaborasi ACT dengan sekolah yang beralama di Kota Malang ini berawal dari kegiatan seminar daring dengan tema dongeng anak. Dari aksi pertama ini kemudian dilakukan lelang lukisan karya anak murid yang kemudian hasilnya disedekahkan melaui ACT. Dana tersebut nantinya bakal mendukung program-program penanganan bencana.

“SD Nasional Plus My Little Island menjadi salah satu inspirasi kebaikan yang bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain. Partisipasi kebaikan ini diharapkan juga mampu memicu karakter anak menjadi peduli terhadap sesama sejak usia dini,” ungkap Dian Adiwibowo dari tim Kemitraan ACT Malang.

Dalam penanganan bencana, hingga kini ACT terus membersamai para penyintas di berbagai tempat. Walau telah masuk masa pemulihan, namun bantuan tak berhenti begitu saja. Di Mamuju dan Majene misalnya, posko-posko kemanusiaan ACT masih terus buka dan aktif mendistribusikan bantuan kemanusiaan ke para penyintas yang kini tengah mencoba bangkit pascabencana. Pasalnya, masa pemulihan bukan berarti kondisi penyintas akan pulih sepenuhnya.

“Selepas masa tanggap darurat, penyintas biasanya akan kebingungan untuk kembali bangkit karena mereka kehilangan banyak hal, mulai dari harta benda, bahkan ada yang kehilangan anggota keluarga. Ini menjadi pukulan berat dan mereka harus terus kita dampingi hingga benar-benar pulih sepenuhnya,” jelas Koordinator Posko Induk ACT di Mamuju Lukman Solehudin, Rabu (10/3/2021).