Fasilitas Pesantren Rusak, Global Wakaf-ACT Serahkan Bantuan Al-Quran

Hulu Sungai Tengah, relawan.id – Musibah banjir yang melanda Kalsel, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sempat merendam Pesantren Darul Inaabah di Desa Banua Asam, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ustaz Azwar, Pengelola Pesantren Darul Inaabah, menuturkan, banjir bandang berdampak besar pada aktivitas pendidikan. 

Menurut Azwar, banjir setinggi pinggang orang dewasa itu merendam halaman, sedangkan ruang pesantren banjir setinggi lutut orang dewasa.

Akibat banjir, fasilitas pesantren yang dihuni 200 santri itu banyak yang mengalami kerusakan. Sajadah, mushaf Al-Qur’an, serta berbagai kitab yang menjadi medium santri belajar mengalami kerusakan. “Ruang belajar dan musala juga ikut terendam banjir, jadi barang yang ada ikut rusak terkena air,” jelas Ustadz Azwar, Senin (8/3/2021).

Melihat banyak fasilitas pesantren yang mengalami kerusakan, Global Wakaf-ACT yang ikut dalam penanganan bencana, khususnya pascabanjir Kalsel, di bulan Maret ini menyerahkan bantuan mushaf Al-Qur’an ke Pesantren Darul Inaabah. Mushaf itu bakal menggantikan Al-Qur’an yang rusak akibat air banjir.

Kepala Cabang Global Wakaf-ACT Kalimantan Selatan Zainal Arifin mengatakan, mushaf Al-Qur’an yang diserahkan ke Pesantren Darul Inaabah merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang dilakukan Global Wakaf. Bantuan serupa sebelumnya juga sudah diserahkan ke beberapa titik di wilayah terdampak banjir Kalsel.

Harapannya, dengan kehadiran mushaf baru bisa segera memperbaiki kondisi masyarakat dan menguatkan ibadah mereka.

“Terlebih saat ini menjelang Ramadan, kehadiran mushaf Al-Qur’an bisa dimanfaatkan untuk setiap jiwa beribadah terbaik,” ujar Zainal.