Tim Medis ACT Masih Terus Temani Para Penyintas Terdampak Banjir NTT

NTT, relawan.id – Bencana alam akibat cuaca ekstrem di sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur pada Ahad (4/4/2021) lalu banyak menimbulkan korban. Selain merenggut nyawa, bencana ini juga menyebabkan korban luka dan terserang penyakit. Menangani hal itu, secara berkala Tim Humanity Medical Services-ACT melakukan pelayanan kesehatan kepada para penyintas. Pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan Rabu (13/4/2021).

Pemeriksaan dilakukan dengan dua metode, yang pertama dilakukan di posko kesehatan yang didirikan Aksi Cepat Tanggap di Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur. Metode kedua, tim medis mengunjungi langsung rumah korban yang esulitan untuk datang langsung ke posko kesehatan.

“Alhamdulillah masyarakat Desa Waiburak sebagian sudah mulai melakukan aktivitas, meski kondisi masih tinggal di rumah keluarga ataupun tempat pengungsian.,” jelas Melza dari tim HMS-ACT, Rabu (13/4/2021).

Dari hasil pemeriksaan tim HMS-ACT, beberapa penyintas masih ada yang mengalami demam, radang tenggorokan dan flu, akibat kelelahan. Di tengah kondisi berpuasa, para penyintas masih harus mengurus rumah mereka yang terdampak banjir bandang.

Selain memberikan pelayanan kesehatan kepada para penyintas, tim HMS-ACT juga turut merawat para pekerja yang terluka saat bertugas membersihkan material yang terbawa saat banjir.

Selain pelayanan medis, tim HMS-ACT sebelumnya juga telah melakukan asesmen terkait kebutuhan medis para penyintas. Hal itu dilakukan untuk memudahkan pendistribusian bantuan dan pelayanan yang akan diberikan sesuai kebutuhan penyintas di tiap-tiap wilayah.

“Selain memberikan pelayanan medis, perlu juga edukasi ke masyarakat untuk menerapkan hidup sehat pascabencana, termasuk di lokasi pengungsian,” lanjut Melza.

Untuk membangkitkan kembali asa penyintas bencana banjir di NTT, ACT juga turut memberikan bantuan logistik berupa 50 ribu kilogram beras kualitas terbaik yang bersumber dari Lumbung Beras Wakaf milik ACT di Blora, Jawa Tengah, 1000 karton Air Minum Wakaf, dan puluhan ton logistik lainnya.