Tips Olahraga Selama Ramadhan

Jakarta, relawan.id – Berbuka puasa adalah hal yang paling ditunggu selama bulan Ramadhan. Selain berkumpul dengan orang-orang terkasih, berbuka puasa adalah saat di mana untuk makan dan minum setelah seharian penuh menahan lapar dan haus. Tak terbayangkan betapa nikmatnya secangkir teh hangat, dan makanan manis sebagai hidangan pembuka. 

Namun, ada kalanya kamu berpikir untuk mengeluarkan segala lemak dan kolestrol yang tak sadar telah kamu konsumsi begitu banyak. Menjadi bugar dan sehat selama bulan Ramadhan juga sangatlah penting. Nah, berikut delapan tips yang perlu kamu perhatikan ketika kamu memutuskan untuk berolahraga seteleh berbuka puasa.

Tentukan jenis olahraga yang kamu lakukan selama bulan Ramadhan

Pertama dan yang terpenting adalah menentukan olahraga yang akan kamu lakukan. Jangan paksakan untuk berolahraga berat selama bulan suci. Cari tahu apa yang dapat ditoleransi oleh tubuhmu sendiri.

Jika kamu memutuskan untuk berjalan kaki setelah berbuka puasa, maka pastikan bahwa kamu tidak terlalu kekenyangan. Tunggulah sampai tubuhmu mencerna makanan. Lalu, kamu dapat melakukan berjalan cepat di sekitar rumah atau taman terdekat.

Namun, jika olahraga intensitas tinggi adalah pilihamu, maka kamu harus mempertimbangkan beberapa hal. Pertama, kamu harus memastikan bahwa kamu tidak terlalu makan banyak. Makanlah kurma, sup, salad, dan beberapa hidangan yang akan membuatmu merasa kenyang dan memberikan dorongan energi, tetapi pada saat yang sama mampu dicerna dengan cepat. 

Setelah kamu menentukan jenis olahraga apa yang ingin kamu lakukan, mulailah lakukan itu dengan perlahan. Jangan paksakan dirimu untuk mengikuti ritme olahraga yang berat seperti pada hari biasa.

Jangan langsung berolahraga 

Meskipun kamu memutuskan untuk mengonsumsi makanan ringan dan mudah dicerna, tunggulah setidaknya dua jam setelah buka puasa sebelum pada akhirnya berolahraga. 

Tidak hanya bertujuan untuk menunggu proses pencernaan, tetapi juga menghindari agar kamu tidak muntah. Kamu pasti tidak ingin merasakan perut yang masih penuh dan dipaksakan untuk berlari serta melompat, bukan?

Pilihan makanan yang tepat untuk berolahraga

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, pilihlah makanan yang mudah dicerna saat berbuka puasa. Jangan tergoda oleh hidangan banyak yang disajikan di atas meja. Selain itu, hindari makanan yang memiliki lemak dan kolestrol tinggi. 

Atur pola makan saat berbuka

Jika kamu hanya memiliki waktu berolahraga satu jam setelah berbuka puasa, maka cukup makan sup dan salad. Lanjutkan makanan yang lebih berat setelah berolahraga, namun tetap berhati-hati dalam memilih makanan agar olahragamu tidak sia-sia. 

Pilih makanan yang sehat dan ringan seperti ayam panggang dan sayuran panggang. Dengan mengonsumsi ini, kamu akan tetap merasa kenyang. Hindari pula makanan yang terlalu manis. Jika tidak bisa, setidaknya batasi asupannya.

Minum air yang banyak

Air putih sangat penting untuk menjaga fungsi dan peran organ tubuh agar tetap normal. Bahkan, 60% tubuh manusia terdiri dari komponen air. Itulah mengapa kita dianjurkan setidaknya minum air putih delapan gelas atau dua liter dalam satu hari. Ini juga berlaku selama bulan Ramadhan.

Saat kamu memutuskan untuk berolahraga setelah berbuka puasa, pastikan tubuh kamu tidak mengalami dehidrasi dan banyak minum air putih. Dengan begitu, kamu akan mencegah kram otot selama latihan.

Pertimbangkan olahraga seperti yoga dan berenang

Yoga dan berenang dinilai olahraga yang tidak terlalu berat dan sangat efektif untuk menjaga berat badan dan bentuk tubuh. Apalagi jika salah satu dilakukan selama bulan puasa.

Gerakan yoga yang lambat namun intens membuatnya lebih mudah dilakukan setelah berbuka puasa. Hal yang sama berlaku untuk berenang, karena air membantu mengangkat berat badan. Tetapi, jangan melakukan pergerakan yang cepat dan banyak karena akan menyebabkan kram perut. 

Jika kamu memilih salah satu dari kedua olahraga ini, konsumci makanan padat lebih banyak daripada yang bersifat cair, seperti salad dan kurma.

Jangan mencoba olahraga baru

Mencoba olahraga baru yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya memang menyenangkan, namun ini tidak direkomendasikan selama bulan Ramadhan. 

Tubuh yang belum terlalu fit setelah berbuka puasa tidak akan terbiasa menerima pergerakan baru, apalagi jika itu termasuk dalam olahraga berat. Alih-alih ingin bugar dan sehat, justru membuatmu menjadi mudah lemas dan lelah.

Pertimbangkan untuk olahraga di rumah saja

Berolahraga di rumah memang membatasi ruang gerak kamu. Namun jika memungkinkan, itu bukanlah sebuah halangan. Kamu lebih leluasa menentukan waktu untuk berolahraga dan dapat mengatur kecepatan sendiri tanpa tekanan sekelompok orang di sekitarmu.