Serial Web “Atap Padang Mahsyar” Siap Temani Waktu Tunggu Berbuka Puasa

Jakarta, relawan.id – “Kalau enggak mau kepanasan di Padang Mahsyar, ya kita atapin. Kita bikin atap di Padang Mahsyar,” kata Kyai Bukhori suatu hari kepada jemaah Musala Baiturrahman. Arul, Muin, Idris, dan Tarban, sejumlah jemaah musala yang hadir saat itu saling pandang, mencerna maksud pembicaraan Kyai Bukhori.

Bagaimana cara membangun atap di Padang Mahsyar?

Jawaban dari pertanyaan ini coba disampaikan sutradara M. Dedy Vansophi lewat serial web besutannya: “Atap Padang Mahsyar”. Adegan di atas adalah salah satu nukilan dalam episode film pendek yang diproduksi Aksi Cepat Tanggap ini. Tayangan berseri “Atap Padang Mahsyar” akan hadir menemani Sahabat Dermawan menunggu waktu berbuka puasa, mulai tanggal 23 April setiap pukul 17.30 WIB, ditayangkan melalui kanal Youtube dan Facebook Aksi Cepat Tanggap.

Sahabat Dermawan akan diajak mengikuti kisah Arul, Muin, Idris, dan Tarban, dan Kyai Bukhori memperbaiki atap Musala Baiturrahman yang nyaris roboh. Kyai Bukhori terus mencari cara agar atap Musala Baiturrahman bisa diperbaiki. Sebagai penenun sarung,  ia akan menenun dan menjual sarung lebih banyak. Upah membuat sarung akan disisihkan sebagian untuk membangun atap musala. Jemaah yang lain pun mengikuti cara kyai meski dengan cara yang berbeda-beda.

Namun nyatanya, usaha jemaah membangun kembali atap Musala Baiturrahman tidak melulu berjalan mulus. Berbagai konflik dan rintangan mengganjal ikhtiar jemaah.

Berhasilkah para jemaah memperbaiki kembali atap Musala Baiturrahman? Apakah Musala Baiturrahman bisa kembali berdiri atau malah roboh seluruhnya? Nantikan cerita dari serial web “Atap Padang Mahsyar” yang akan tayang perdana pada Jumat pekan ini.