Minimnya Pengajar, MRI-ACT Bengkulu Selatan Menggagas “Relawan Mengajar”

Bengkulu Selatan, relawan.id – Kesetaraan pendidikan merupakan salah satu persoalan utama daerah tertinggal yang paling kompleks dan begitu terlihat jelas. Beberapa faktor utamanya adalah mutu pelayanan pendidikan yang rendah, tingginya angka putus sekolah, sarana prasarana yang belum memadai, dan minim tenaga pengajar Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap sumber daya manusia di daerah tersebut.

Mengingat pentingnya pendidikan, membuat Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Bengkulu Selatan menggagas program “Relawan Mengajar”, program ini digagas karena kepedulian relawan Bengkulu  Selatan terhadap kurangnya tenaga pengajar di salah satu pesantren, yaitu Pesantren Hidayatullah yang mengakibatkan proses belajar terpaksa harus terhenti. Padahal, siswa-siswa di pesantren tersebut merupakan anak yatim dan dhuafa, terdiri dari jenjang SMP dan SMA.

“Pada hari Kamis (22/4/2021) kemarin, MRI-ACT Bengkulu Selatan melaksanakan kegiatan persiapan mengajar untuk Relawan yang tergabung dalam program “Relawan Mengajar”, terdapat 16 orang santri di Pesantren Hidayatullah Bengkulu Selatan yang terdiri dari tingkat SMP dan SMA. Pengurus pesantren dan murid-murid sangat senang sekali melihat kedatangan tim relawan mengajar, karena sudah beberapa hari ini tidak ada proses belajar mengajar,” ujar Korda MRI-ACT, Manna Julia, Kamis, (22/4/2021).

Program ini, lanjut Julia bertujuan untuk membantu sekolah-sekolah atau lembaga belajar yang kekurangan tenaga pengajar dalam proses pembelajarannya. “Program Relawan Mengajar MRI-ACT Bengkulu Selatan dibentuk pada 14/4/2021 dan Insya Allah akan dimulai proses belajar mengajar pada hari Senin, 26/04/2021 di Pesantren Hidayatullah Bengkulu Selatan. Insyaallah program ini akan terus berlanjut serta akan terus merekrut relawan-relawan yang mau mengajar di tempat-tempat yang membutuhkan,” papar Julia.

Selain itu, pada kesempata tersebut, relawan membagi mata pelajaran yang akan diajarkan nantinya. Dengan adanya relawan-relawan mengajar ini dapat membantu siswa-siswa belajar dan memahami pembelajaran yang ada, serta menjadi amal jariyah untuk tim pengajar.

“Untuk saat ini ada 8 orang relawan guru yang sudah masuk dalam tim “Relawan Mengajar”. Harapan kami kedepannya semoga program ini dapat terus berlanjut dan lebih banyak lagi guru-guru yang mau bergabung menjadi tim relawan mengajar untuk bersama-sama mencerdaskan anak-anak bangsa yang berada di pelosok-pelosok Bengkulu Selatan yang sekolahnya kekurangan tenaga pengajar,” pungkas Julia.