Anak Pengemudi Ojol Meninggal Akibat Racun, ACT Bantu Berikan Bantuan Pangan

Bantul, relawan.id – Di pertengahan Ramadan, kabar duka datang dari salah satu warga Padukuhan Salakan, Bangunharjo, Bantul, tepatnya dari keluarga Bandiman, seorang pengemudi ojek daring. Naba Faiz Prasetya, anaknya yang masih berusia 10 tahun, wafat setelah menyantap sate yang setelah ditelisik mengandung racun. Bandiman mendapat hidangan tersebut dari pelanggan ojek yang memesan secara luring. Pelanggan yang tidak diketahuinya itu meminta untuk mengantar makanan ke alamat yang dituju.

Tiba di lokasi tujuan, orang yang dituju menolak menerima makanan yang Bandiman antar karena merasa tak memesan apapun. Bandiman kemudian membawa hidangan tersebut ke rumah untuk disantap bersama keluarga.

“Waktu itu sedang di musala daerah Jalan Gayam, di sekitar Stadiun Mandala Krida. Tiba-tiba ada perempuan yang meminta orderan offline,” tutur Titik Rini, Istri Bandiman.

Hidangan yang dititipkan pelanggan tak dikenal itu berupa satai dengan bumbu kacang dan lontong serta makanan ringan. Tujuan pengantaran sajian tersebut ke salah satu warga Bangunjiwo, Kapanewon Sewon, Bantul.

“Sampai di rumah, Naba yang baru pulang dari masjid juga bawa takjil yang berisi gudeg telur, sedangkan bapaknya bawa satai. Naba minta tukar makanan karena dia ingin makan satai,” ujar Titik.

Duka itu datang ketika Bandiman ikut menyantap satai tanpa bumbu bersama anak pertamanya, sedangkan Naba dan Titik menikmati dengan bumbu kacang. Rasa tidak wajar datang dari satai yang mereka makan, ada rasa pahit serta pedas yang tidak biasa di tenggorokan. Titik dan Naba kemudian mengalami muntah-muntah.

Rasa pedas membuat Naba bergegas mencari air dan segera meminumnya, sedangkan Titik langsung memuntahkan makanan yang ia santap dan belum sempat minum. Akan tetapi, mereka berdua pingsan dan dibawa ke RSUD Kota Yogyakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Anak saya 20 menit kemudian (setelah mendapat perawatan) dinyatakan wafat,” ungkap Titik dengan raut sedih yang begitu terlihat dari wajahnya, Selasa (27/4/2021).

Di hari Selasa itu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bantul berkesempatan takziah serta menyerahkan paket pangan untuk Bandiman dan keluarganya. Suasana duka masih begitu kental terasa. Kepala Cabang ACT Bantul Muhammad Syamsul Huda menyampaikan rasa duka yang mendalam.

“Selamat istirahat Naba. Semoga kejadian serupa tak akan pernah terulang lagi di mana pun dan kepada siapa pun,” harap Huda.