Relawan MRI-ACT Madiun Kunjungi Rumah Duka Awak Kapal Nanggala 402

Madiun, relawan.id – Duka masih menyelimuti bangsa Indonesia setelah Kapal Selam Nanggala-402 dinyatakan tenggelam dan 53 awaknya gugur. Tak terkecuali Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang begitu merasa kehilangan atas musibah ini. Ucapan belasungkawa terus mengalir. Begitu juga ikhtiar menguatkan keluarga prajurit.

Selama dua hari, Selasa-Rabu (27-28/4/2021), kesempatan takziah datang. ACT bersama relawan MRI Madiun mengunjungi beberapa rumah keluarga kru Nanggala-402 di Kota Madiun, Nganjuk, Tubah dan Bojonegoro. Di samping itu, penyerahan pangan pun dilakukan berupa ratusan kilogram Beras Wakaf dan Air Minum Wakaf yang dikirim dari Wakaf Distribution Center Jombang.

“Ini merupakan duka bagi bangsa kita, 53 prajurit terbaik gugur dalam tugasnya. Mereka kini tengah berpatroli dalam keabadian, menjaga samudra Nusantara yang begitu kaya dan luas,” ungkap Aferu Fajar dari tim Program ACT Madiun.

Dalam dua hari tersebut, ACT bertakziah ke kediaman keluarga Setda Diyut Subandriyo di Madiun, KLK Roni Efendi di Nganjuk, Serda Setyo Wawan dan Kopda Khoirul Faizin di Bojonegoro, serta KLS Raditaka Mardyansyah di Tuban. Selain mengucapkan belasungkawa dan penyerahan bantuan pangan, ACT juga akan bantuan pendidikan ke anak-anak kru Nanggala-402.

Kehilangan memang begitu dirasakan keluarga besar ACT dan relawan MRI atas on eternal patrol yang ditautkan pada kapal selam buatan Jerman tersebut. Ardian Kurniawan Santoso dan relawan MRI yang pernah bertugas di Posko Kemanusiaan ACT Wilayah Parigi Moutong 2018 silam saat penanganan bencana di sana menjadi di antaranya. Di bawah bimbingan Lettu Muhadi, satu dari 53 kru Nanggala-402, relawan MRI latihan menyelam di perairan yang pada September 2018 lalu ditakuti karena dikhawatirkan timbul tsunami setelah gempa di Palu.

“Kami berlatih di bawah pendampingan tim penyelam pimpinan Lettu Muhadi,” kenang Ardian.