Mengenal Malam Lailatul Qadar Malam Seribu Bulan untuk Raih Kemuliaan

Jakarta, relawan.id – Memasuki pertengahan bulan Ramadhan, umat Islam mulai berlomba-lomba mendapatkan malam Lailatul Qadar. Namun, sebelum itu, kalian harus mengenal terlebih dahulu mengenai Lailatul Qadar.

Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh akan keberkahan seribu bulan. Pada saat itu, siapa yang meminta akan dikabulkan permintaannya. Tentu dengan berdoa bersungguh-sungguh, doa kalian akan diijabah. Malam Lailatul Qadar juga dipercaya sebagian ulama sebagai waktu pertama kali Al-Quran diturunkan.

Lailatul Qadar Malam Seribu Bulan

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kalian mengenal lebih dekat terlebih dahulu mengenai Lailatul Qadar. Dalam Al-Quran sendiri, Lailatul Qadar digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Itu artinya, Lailatul Qadar merupakan satu malam penting yang hanya terjadi pada bulan Ramadhan.

Menurut sebagian besar ulama, malam Lailatul Qadar biasanya jatuh di malam ganjil di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan malam Lailatul Qadar datang di malam-malam genap. Para ahli agama beserta sejumlah periwayat hadis seperti Imam Bukhari, Imam Muslim, Abdullah Bin Umar, Abu Malik hingga Mujahid menyebutkan, penulisan takdir di lauhul mahfudz dalam setahun akan dirinci di malam Lailatul Qadar.

HR. Bukhari

“Barang siapa melaksanakan salat malam di malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari).

Hadist Terkait Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Diriwayatkan oleh Imam Muslim,

Malam itu adalah malam yang cerah, yaitu malam kedua puluh tujuh (dari bulan Ramadan). Dan tanda-tandanya ialah pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Imam Muslim, 762).

Adapun riwayat dari Ibnu Abbas, Rasullulah SAW bersabda, “Lailatul Qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan yang begitu menghangatkan dan menenangkan.” (HR. Al-Baihaqi).

Pada sebuah riwayat juga dijelaskan, “Rasulullah SAW sangat bersungguh-sungguh pada 10 hari terakhir dari bulan Ramadhan, melebihi kesungguhan Beliau di waktu lainnya. (HR. Muslim).

Keutamaan Lailatul Qadar

Tidak hanya itu, segala amalan baik akan diberikan pahala berlipat ganda di malam Lailatul Qadar. Tentu saja, itu menandakan malam Lailatul Qadar tidak bisa disamakan dengan malam-malam lainnya. Imam Mujahid, qotadah serta ulama besar lainnya berpendapat, malam Lailatul Qadar merupakan malam yang begitu mulia dan utama.

Bagi siapa saja yang senantiasa beribadah dengan tulus, mendirikan salat baik salat wajib maupun sunah, membaca Al-Quran berzikir hingga melakukan kebaikan lainnya akan mendapatkan kesejahteraan dan ketenangan. Mereka yang senantiasa menghidupkan malam Lailatul Qadar juga akan dijaga oleh para malaikat yang turun ke Bumi.

Tanda-Tanda Lailatul Qadar

Tidak ada seorang pun yang mengetahui secara pasti kapan Lailatul Qadar turun. Sejumlah hadis pun hanya menyebutkan malam Lailatul Qadar jatuh di 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Untuk itu, dianjurkan bagi orang muslim untuk meningkatkan ibadah dan amal saleh di waktu tersebut. Tujuannya agar tidak kehilangan malam Lailatul Qadar.

Adapun tanda-tanda Lailatul Qadar malam seribu bulan adalah:

  1. Esok hari, matahari akan terbit dalam keadaan teduh, jernih dan seperti tidak ada sinar
  2. Sinar matahari pagi tidak begitu cerah, namun teduh serta menenangkan
  3. Udara tidak panas maupun dingin, tidak berawan dan tidak badai di malam Lailatul Qadar
  4. Keadaan menjadi sangat tenang, nyaman, dan umat Islam akan merasakan kenikmatan tersendiri saat beribadah dengan sungguh-sungguh. Hal ini lantaran malaikat turun ke Bumi.