Jelang Malam ke-29 Ramadan, Israel Serang Warga Palestina Saat Ibadah

Yerusalem, relawan.id – Langkah kaki umat muslim Palestina dengan mantap bergerak ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Namun, tanpa sebab yang jelas, angkatan bersenjata Israel datang. Berusaha membubarkan jemaah, Senin (10/5/2021) atau menjelang malam ke-29 Ramadan.

Berdasarkan laporan yang dikirim Tim Aksi Cepat Tanggap Palestina, pasukan bersenjata zionis menggunakan granat kejut dilempar ke kerumunan jamaah, tidak peduli akan korban yang bisa saja berjatuhan. Ledakan keras terdengar tidak lama setelah granat tersebut dilempar. Membuat para jamaah panik dan berlari tidak tentu arah.

Seakan tidak puas, pasukan Israel yang menggunakan persenjataan lengkap itu juga menembakan gas air mata kepada para jamaah. Asap pun mulai mengepul, seiring banyaknya granat yang dilempar, semakin tebal pula asap menutupi area sekitar masjid.

Suara ledakan, teriakan panik jamaah, dan tangisan anak-anak bersatu padu di kompleks Masjid Al-Aqsa. Mereka yang berlarian, tak lepas dari bidikan senjata peluru karet dari pasukan zionis Israel.

Baik tua maupun muda, baik wanita maupun pria, pasukan Israel tetap mengarahkan senjatanya ke arah mereka. Warga Palestina yang protes, maka harus bersiap mendapat tindakan represif seperti dibanting, diseret, dan diborgol paksa.

Pasukan bersenjata Israel yang awalnya hanya mengincar jemaah di sekitar kompleks masjid, terus merangksek ke dalam masjid dan menembakan gas air mata ke para jemaah yang tengah beribadah. Mereka tak mempedulikan status Masjid Al-Aqsa yang merupakan tempat suci ketiga setelah Mekkah dan Madinah bagi umat muslim.

Jamaah pun berhamburan keluar, lari panik mereka juga diiringi batuk dan sesak nafas akibat tembakas gas air mata dari pasukan bersenjata Israel. “Puluhan warga Palestina mengalami luka-luka termasuk sejumlah luka serius di Masjid Al-Aqsa saat ini,” ujar Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Palestina Tahany Ahmed Qasim, Senin (10/5/2021).

Bahkan, dalam laporan Tahany, para pasukan bersenjata Israel menghalau unit ambulans yang ingin memasuki Al-Aqsa, dan mencegah agar bantuan medis tidak memberikan pertolongannya kepada muslim Palestina yang terluka.

Bertepatan dengan malam ganjil ke-29 Ramadan, Presiden Aksi Cepat Tanggap Ibnu Khajar menyebut penyerangan yang dilakukan oleh pasukan bersenjata Israel adalah suatu tindakan yang amat membuat hati umat muslim teriris. Ia pun mengajak agar umat muslim Indonesia untuk memberikan dukungan terbaiknya kepada warga Palestina yang tengah berjuang di Yerusalem.

“Mereka di sana hanya ingin beribadah, mendapatkan keberkahan di sisa Ramadan. Namun, kesederhanaan itu nampaknya sangat sulit mereka dapatkan. Maka dari itu, perlu bantuan seluruh umat muslim agar mereka bisa terus tegar dalam membela Al-Aqsa,” ujar Ibnu.