Darurat Al-Aqsa, ACT Gelar Muhasabah Penguhujung Ramadan

Jakarta, relawan.id – Serangan roket Israel terus menghantam di Gaza di hari-hari terakhir Ramadan. Sejak Senin (10/5/2021) hingga Rabu (12/5/2021), roket Zionis Israel diarahkan ke daerah-daerah padat penduduk. Hingga hari ini, 36 warga Gaza dilaporkan meninggal, 9 di antaranya merupakan anak-anak. Insiden ini juga melukai ratusan orang lainnya. Sebelumnya Israel juga menyerang umat Islam di Masjid Al-Aqsa.

Menanggapi kondisi darurat di Al-Aqsa dan Gaza di akhir Ramadan ini, Aksi Cepat Tanggap menggelar acara “Muhasabah Penghujung Ramadhan: Darurat Al-Aqsa, Selamatkan Gaza, Rebut Kembali Palestina” pada Rabu (12/5/2021) yang disiarkan langsung di ACT TV. Acara tersebut mengajak umat muslim untuk merenungi penghujung Ramadan ini dengan melihat kembali  kondisi Palestina, khususnya di Gaza dan Al-Aqsa yang kini terus digempur zionis. 

Ahyudin selaku Ketua Dewan Pembina ACT sekaligus Presiden Global Islamic Philanthropy menyerukan agar masyarakat segera bersatu membantu Palestina keluar dari cengkraman jajahan Israel. Menurutnya, selama ini zionis Israel telah memperlihatkan tontonan kejahilan di hadapan seluruh umat Islam di seluruh dunia.

“Sebuah tontonan kejahilan atau apa pun atribut keburukan yang setara dengan itu diperlihatkan oleh zionis, oleh aparatur penjajah Israel, seolah-olah mereka kembali memperlihatkan tantangan kepada umat Islam di dunia. Al-Aqsa begitu berarti bagi setiap hamba Allah yang beriman di seluruh dunia, tapi mereka memperlihatkan bahwa mereka adalah sejatinya penjajah yang melakukan keburukan di hadapan seluruh manusia di dunia, di tengah umat Islam yang menjalani Ramadan,” ujar Ahyudin.

Tragedi Al-Aqsa disusul serangan yang terjadi di Gaza telah berkali-kali menambah luka umat Islam dan kemanusiaan di seluruh dunia. Untuk itu, seruan untuk membela Palestina harus terus digaungkan. ACT sebagai lembaga kemanusiaan yang senantiasa berusaha menghadirkan karya kemanusiaan di mana pun di atas bumi ini, mengumpulkan energi untuk bekerja maksimal demi warga di Palestina.

“Secara umum sebagai lembaga kemanusiaan dengan spirit iman kepada Allah, kami mengajak seluas-luasnya umat Islam bukan hanya di tanah air, tapi juga di seluruh dunia, kemenangan Ramadan dan takbir gemuruh kita fokuskan ke Palestina. Betapa Palestina bagi umat Islam di seluruh dunia adalah jantung, hati, dan dirinya sekaligus. Palestina adalah barometer keimanan kita,” imbuh Ahyudin.

Ahyudin menambahkan, penjajahan di Palestina oleh Israel adalah penjajahan untuk seluruh umat Islam. Setiap orang yang memiliki rasa kemanusiaan harus memberikan apa pun yang terbaik untuk saudara di Palestina dan membebaskan Baitul Maqdis dari Israel. Kekejaman dan penghinaan di Palestina telah begitu besar sehingga sejak awal kejadian di Al-Aqsa, ACT telah menyerukan ‘Darurat Al-Aqsa’.

Masyarakat Indonesia tidak punya waktu lagi, selain segera bersatu untuk melawan penjajahan Israel atas Palestina. Israel telah menunjukkan jati dirinya yang sesungguhnya, dengan terus melanjutkan penyerangan terhadap Gaza bahkan hingga hari terakhir Ramadan.

“Ada banyak negara dunia pernah menjajah tapi tidak ada penjajah seburuk sekejam Israel. Mungkin saja banyak orang serakah , zalim tapi tidak ada manusia yang lebih zalim dari Israel. Tidak ada manusia lebih serakah dari Israel. Tidak punya rasa kemanusian,” ujar Ahyudin.