Hormati Korban Serangan Israel, Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idulfitri 1442 Hijriah

Gaza, relawan.id – Jumlah martir Palestina terus bertambah seiring tak kunjung berhentinya misil yang diluncurkan zionis Israel ke pemukiman penduduk di Gaza. Kementerian Kesehatan Palestina dalam laporannya menyatakan, jumlah martir Palestina telah mencapai 65 orang, termasuk di antaranya 16 anak-anak dan lima wanita. Serta sedikitnya 365 muslim Palestina terluka, termasuk 86 anak-anak dan 39 wanita.

Banyaknya jumlah korban atas serangan zionis Israel ini membawa duka yang cukup dalam untuk masyarakat Palestina. Mereka yang harusnya merasakan keceriaan Idulfitri dan hangatnya berkumpul dengan sanak saudara serta kerabat, terpaksa merayakan Idul fitri dengan ketegangan dan rasa khawatir. Ledakan bom bisa mengenai mereka kapan pun dan di mana pun.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas pun telah membatalkan perayaan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijiriah untuk menghormati dan mengenang para korban jiwa dari serangan udara zionis Israel di Gaza. Dilansir laman Anadolu, Abbas membatasi Idulfitri hanya pada aktivitas keagamaan.

Selain itu, Abbas juga memerintahkan adanya  pengibaran bendera setengah tiang di wilayah Palestina, sebagai bentuk penghormatan dan upaya mengenang para martir. Pada Rabu (13/5/2021) kemarin, ia menekankan bahwa tidak akan ada keamanan, dan tidak akan ada stabilitas, tanpa pembebasan seluruh kota dari pendudukan Israel.

“Kami terus bertindak dan bekerja untuk menghentikan agresi biadab terhadap rakyat kami di Yerusalem, Gaza, dan Tepi Barat,” katanya.

Dalam pidatonya Abbas juga memiliki pesan tegas untuk Israel. “Kami tidak akan meninggalkan negara kami. Akhiri pendudukan Anda di negara kami hari ini, bukan besok,” tekannya.

Kebiadaban Israel, tidak hanya datang dari angkatan bersenjatanya, namun juga dari warga sipil Israel sendiri. Dilaporkan Aljazeera, kekerasan yang diterima warga Palestina atau mereka yang memberikan dukungan untuk Palestina di Israel, masih terus berlanjut hingga sekarang. Di Bat Yam, pinggiran Kota Tel Aviv misalnya, sekelompok warga Israel berpakaian hitam memecahkan jendela toko es krim milik warga Arab sambil meneriakkan, “Matilah orang Arab!”.

Arab Saudi memang diketahui merupakan salah satu negara yang mengecam keras tindakan Israel terhadap warga Palestina. Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz juga menekankan bahwa kerajaan Arab Saudi berdiri bersama rakyat Palestina sampai mereka mendapatkan kembali hak-hak mereka yang sah.

Untuk diketahui, serangan zionis Israel mulai masif digencarkan saat mereka menyerang jemaah Masjid Al-Aqsa pada Jumat (7/5/2021) lalu. Mereka menembakkan peluru baja berlapis karet, granat kejut, dan gas air mata ke arah jemaah Palestina di dalam masjid yang sedang beribadah pada hari-hari terakhir bulan suci Ramadan. Ratusan warga Palestina di Al-Aqsa terluka akibat serangan ini.