Akibat Serangan Israel, Lebih dari 330 Keluarga di Palestina Kehilangan Tempat Tinggal

Gaza, relawan.id – Serangan ke Gaza masih terus dilayangkan Israel hingga Sabtu (15/5/2021). Kepala Cabang Aksi Cepat Tanggap Palestina, Tahany Ahmed Qasim melaporkan langsung dari Gaza untuk ACT dan warga Indonesia, dengan menceritakan serangan terparah yang terjadi pada Jumat (14/5/2021), saat roket Israel menghujani Gaza.

“Bisa dibayangkan suasana Gaza, dengan area kecil 365 kilometer hanya dalam selang beberapa menit saja dengan jumlah 160 serangan pada operasi-operasi yang berbeda. Beit Lahia dan Beit Hanoun adalah daerah yang paling ditargetkan untuk hancur pada malam itu. Ini menjadi malam yang sangat mengerikan di Gaza. Kami pun sebenarnya tidak percaya bahwa kami bisa bangun di pagi ini dan masih hidup,” ujar Tahani.

Akibat dari serangan ini, lanjut Tahani, warga Gaza meninggalkan rumah-rumah mereka dan mencari tempat yang aman seperti di rumah sakit, sekolah dan keluarga-keluarga dekat lainnya. Mereka berharap tempat tersebut tidak terkena serangan udara Israel dan bisa mendapatkan perlindungan yang lebih aman karena merupakan fasilitas publik.

“Hingga hari ini, 330 keluarga tidak memiliki rumah, dan jumlah ini terus mengalami peningkatan,” tambah Tahani.

Serangan yang dilayangkan Israel sejak Selasa (11/5/2021) hingga hari ini meningkatkan angka jumlah warga yang menjadi korban menjadi 122 orang, 31 diantaranya anak-anak, 20 wanita, serta melukai 900 warga lainnya. Korban terus berjatuhan dan fasilitas medis bekerja lebih keras untuk memberikan pengobatan kepada warga yang terluka.

Tahani melanjutkan bahwa hingga pada saat ia melaporkan, agresi dan pengeboman masih terus terjadi dan Israel sepertinya masih akan memperpanjang agresi ini selama beberapa hari kedepan. Sayangnya agresi ini diarahkan ke rumah-rumah sipil, anak kecil, lahan pertanian, dan semua daerah di Gaza. 

“Kami meminta doanya agar Gaza dilindungi dan seluruh orang-orang Palestina,” tutupnya.