Bertepatan Lebaran, Tanah Bumbu Diterjang Banjir

Tanah Bumbu, relawan.id – Banjir terjadi di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan. Peristiwa ini terjadi pada hari ini, Kamis (13/5/2021), pukul 06.00 WITA.

Musibah yang terjadi bertepatan dengan hari raya Idulfitri ini disebabkan intensitas hujan yang tinggi. Hujan membuat debit air sepanjang daerah aliran sungai Satui meluap ke pemukiman warga.

“Ketinggian air sudah melebihi 200 sentimeter, bahkan sudah ada rumah yang tenggelam. Semakin malam debit air semakin tinggi. Banyak warga minta dievakuasi ke tempat yang lebih aman dari malam tadi sampai pagi ini,” kata relawan MRI-ACT Kalsel, Marwan, Jumat (14/5/2021).

Marwan melaporkan, berdasarkan data yang diterima timnya, banjir merendam tujuh desa di Kecamatan Satui. Desa-desa tersebut yaitu, Desa Sungai Danau, Desa Sinar Bulan, Desa Satui Timur, Desa Satui Barat, Desa Jombang, Desa Makmur Mulia, dan Desa Sejahtera Mulia. Bahkan hingga Jumat pagi, air di sejumlah desa belum surut dengan ketinggian mencapai 200 sentimeter.

Berdasarkan data yang dihimpun relawan MRI-ACT Kalsel, sejumlah 2.126 KK atau 5.308 jiwa terdampak musibah ini. Sebanyak 1.104 KK atau 4.413 jiwa terdampak di Desa Sinar Bulan. Sebagian mengungsi ke SMP 4 Satui. Di Desa Jombang,  sebanyak 162 KK atau 515 jiwa terdampak, di Desa Sungai Danau sebanyak 450 KK atau 1.800 jiwa terdampak, sebagian mengungsi ke gedung majelis taklim terdekat, dan sebanyak 290 KK atau 1.160 jiwa di Desa Sejahtera Mulia mengungsi.

“Untuk saat ini fokus utama tim adalah melakukan evakuasi, dan rencana membuka dapur umum, dan mendistribusikan bantuan,” kata Marwan. 

Berdasarkan asesmen tim tanggap darurat, saat ini keperluan mendesak penyintas banjir adalah bahan makanan, air bersih, makanan bayi, popok, alas tidur, baju bersih, dan selimut. Sahabat Dermawan bisa mengirimkan bantuan terbaik ke kantor ACT Kalimantan Selatan atau melalui  Indonesiadermawan.id. Sementara itu, banjir juga membawa kerugian materiil. BNPB menyebut, selain barang dan rumah warga, 55 hektar sawah terendam.