ACT Apresiasi Kepedulian Masyarakat Indonesia Terhadap Dunia Kemanusiaan

Jakarta, relawan.id – Ramadan 1442 H telah berlalu. Meski kehadirannya di tahun ini masih berbarengan dengan adanya pandemi Covid-19, hal ini tidak mengurangi kekhusyukan umat dalam beribadah, baik ibadah yang bersifat makhluk kepada Tuhannya maupun ibadah yang bersifat sosial sesama mahluk.

Ramadan tanpa menafikan waktu-waktu yang lain menjadi momentum yang sangat baik dalam menjalankan semua ibadah tersebut. Banyak keutamaan yang Allah berikan di bulan paling mulia itu. Hal ini sangat disadari masyarakat Indonesia, sehingga berlomba-lomba meningkatkan amal ibadah secara kualitas dan kuantitasnya. 

Bersama Aksi Cepat Tanggap (ACT), masyarakat Indonesia secara aktif ikut dalam aksi-aksi kebaikan tanpa batas di dalam maupun luar negeri. Aksi-aksi kebaikan selama Ramadan seperti pemberian bantuan untuk penyintas banjir di NTT, zakat fitrah untuk masyarakat prasejahtera dan pengungsi, solidaritas untuk KRI Nanggala-402, paket pangan, bingkisan lebaran, biaya hidup untuk guru dan dai, dan bantuan modal untuk pelaku usaha mikro kecil berjalan sukses.

“Ini bukti kepedulian masyarakat Indonesia terhadap dunia kemanusiaan tidak pernah berubah. Pantaslah jika julukan negara dengan tingkat kedermawanan tinggi disematkan untuk Indonesia, karena warganya tidak pernah absen ikut andil dalam misi-misi mulia kemanusiaan dalam kaitan dengan ibadah sosial,” kata Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar, Senin (17/5/2021). 

Atas partisipasi aktif masyarakat, atas nama Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ibnu Khajar mengucapkan terima kasih. Rasa bangga yang tak terkira kepada masyarakat Indonesia yang selalu membersamai umat dan peduli dunia kemanusiaan. Karena andil masyarakat, semua aksi kemanusiaan bisa berhasil dan berjalan sukses. 

“Terima kasih Indonesia, terima kasih relawan, terima kasih para dermawan. Tanpa partisipasi aktif seluruh elemen bangsa, aksi-aksi dunia kemanusiaan selama Ramadan mungkin hanya harapan dan sulit diwujudkan. Bangsa Indonesia bangga,” jelas Ibnu. 

Diakui Ibnu, kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kemanusiaan melewati batas-batas negara. Hal ini terbukti saat Palestina kembali digempur hebat di lima hari terakhir Ramadan. Empati besar tercurahkan untuk saudara-saudara di Palestina, menutup momen Ramadan dengan sebaik-baiknya kepedulian.

Dukungan besar ini terwujud jelas dalam acara “Muhasabah Penghujung Ramadhan: Darurat Al Aqsa, Selamatkan Gaza, Rebut Kembali Palestina” pada Rabu (15/5/2021) lalu. Sejumlah elemen bangsa berpartisipasi, seperti mitra donatur, komunitas, media, hingga Majelis Ulama Indonesia.

“Terima kasih atas dukungan dan andil para dermawan, komunitas, dan media, dalam membersamai perjuangan rakyat Palestina merebut kembali tanah mereka dari tangan zionis Israel. Insyaallah aksi dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina menjadi kebaikan yang akan membawa kita menggapai rida-Nya,” ujar Ibnu. 

Rasa bangga dan terima kasih tak terhingga kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengajak masyarakat Indonesia untuk berjihad melawan musuh-musuh Islam, yang mencoba merusak dan merebut tempat suci Al-Quds. Sebagai lembaga yang bebas dari kepentingan manapun, MUI telah memberi contoh dan sikap yang sangat baik dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina. 

“Sebagai representasi umat Islam, MUI telah memberi contoh dalam mendukung perjuangan rakyat Palestina merebut kembali tanah mereka dari tangan zionis Israel. Terima kasih kami ucapkan kepada Ketua Umum MUI K.H. Miftachul Ahyar yang telah mengajak umat berjihad melawan penindasan semena-mena zionis di tanah suci Al-Quds,” tutup Ibnu.