ACT Maksimalkan Bantuan Kemanusiaan untuk Palestina

Gaza, relawan.id – Momen gencatan senjata dimanfaatkan Aksi Cepat Tanggap untuk memaksimalkan bantuan kemanusiaan. Said Mukaffiy dari Global Humanity Response ACT menjelaskan, bantuan itu mencakup medis, pangan, hunian, hingga air bersih.

“Insyaallah, kesempatan ini akan kita maksimalkan untuk memulihkan Gaza. Bantuan kemanusiaan akan terus berjalan reguler dan diharapkan bisa terdistribusi lebih optimal di masa tenang ini,” kata Said, Jumat (21/5/2021).

Gencatan senjata antara Israel dan Gaza resmi pada Jumat (21/5/2021) dini hari. Kepala Cabang ACT Palestina Tahany Ahmed Qasim melaporkan, selebrasi syukur masyarakat Gaza dilakukan Jumat dini hari. Masyarakat menuju jalan-jalan di Gaza.

“Alhamdulillah. Di seluruh masjid di Gaza mengumandangkan takbir,” ujar Tahany. Gencatan senjata ini amat disambut warga Gaza karena mereka akhirnya bisa mendapatkan hari yang lebih tenang.

Konflik antara Israel dan Hamas pecah pada 10 Mei. Saat ini, setidaknya 232 warga Palestina telah meninggal, bersama dengan setidaknya selusin warga Israel. Anak-anak termasuk di antara korban di kedua pihak.

Tak lama setelah perjanjian gencatan senjata diumumkan, sirene serangan udara terdengar di Israel, menandakan lebih banyak tembakan roket yang masuk.

Gencatan senjata terjadi sehari setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden meningkatkan tekanan diplomatik pada Israel untuk mengakhiri pertempuran, mengatakan kepada Netanyahu bahwa dia mengharapkan “de-eskalasi” yang cepat.

“Kedua pemimpin telah membahas secara rinci tentang keadaan peristiwa di Gaza, kemajuan Israel dalam menurunkan kemampuan Hamas, dan upaya diplomatik yang sedang berlangsung oleh pemerintah wilayah dan Amerika Serikat,” kata Gedung Putih dalam menyampaikan hasil pembicaraan telepon kedua pemimpin tersebut. Itu merupakan panggilan telepon yang keempat dalam seminggu.

“Presiden menyampaikan kepada Perdana Menteri bahwa dia mengharapkan penurunan yang signifikan hari ini di jalan menuju gencatan senjata.”

Pesan itu secara mencolok menunjukkan perubahan sikap Biden, yang sebelumnya menekankan hak Israel untuk membela diri.