Perjalanan 1.000 Kilometer Maahir untuk Palestina

Jakarta, relawan.id – Muhammad Maahir Abdulloh sudah biasa melewati jalur dan yang ekstrem. Ia pun sudah akrab dengan jarak kayuh beribu kilo meter. Terhitung sejak 2015 hingga 2020, Maahir bersama sepedanya di telah menjamah seluruh provinsi di Indonesia, sekaligus 28 kali mendaki pegunungan. Tujuh puncak di antaranya adalah gunung tertinggi di Nusantara.

Bukan sekadar mengayuh pedal sepeda, ia punya misi tersendiri. Ekspedisi yang ia lakukan yakni untuk tujuan sosial. “Finish-nya adalah di Ekspedisi Nusantara. Misinya adalah kita lebih mengenal Indonesia dari segi lingkungan, kesehatan, pendidikan dan lain sebagainya. Di situ saya bawa misi literasi, salah satunya membuat taman baca-taman baca di pelosok-pelosok di Indonesia,” kata Maahir mengenang ekspedisinya itu pada Senin (17/5/2021) kemarin.

Di tahun 2021 ini, Maahir dan sepedanya kembali beraksi. Bersama rekan-rekannya di Komunitas Sepeda Ekspedisi Penjelajahan Nusantara, kali ini ekspedisinya ia lakukan demi Palestina.

Ia memulai misinya bersepeda dan menggalang donasi sejauh 1.000 kilometer dari Jakarta sampai Banyuwangi yang diperkirakan akan menempuh waktu sekitar 10 hari. “Saat ini dalam misi 1.000 kilometer untuk Palestina yakni untuk menggalang dana atau menggalang donasi, dari masyarakat, dari para pesepeda, dari para pendaki gunung untuk solidaritas dan atas nama kemanusiaan untuk Palestina,” jelas Maahir.

Bagi Maahir, kemerdekaan itu adalah hak setiap bangsa, seperti yang diamanahkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. “Saya merasa apa pun agamanya, apa pun sukunya, apa pun rasnya itu wajib kita berikan pembebasan. Sebab di zaman lebih modern seperti ini, masih ada kolonial-kolonial baru yang menjajah suatu kaum, suatu negara, suatu bangsa. Bagi saya, itu tidak berperi kemanusiaan,” ujarnya.

Menurut Maahir juga, tidak perlu menjadi muslim terlebih dahulu untuk membela Palestina. Cukup dengan memiliki empati dan merasakan apa yang orang lain rasakan. Ini yang ia pelajari di perjalanannya selama ini.

“Cukup menjadi manusia dan bisa memanusiakan manusia lainnya. Karena rasa kemanusiaan itu akan terbentuk ketika kita pernah pergi jauh sendiri, dan agak sedikit lama. Karena kita akan tahu rasanya jauh dari saudara. Kita akan butuh orang lain,” ungkapnya.

Maahir mengajak para dermawan untuk ikut menyalurkan empati mereka. Para dermawan dapat mendukung kepedulian Maahir melalui tautan di bio akun Instagram-nya @penjelajahan.nusantara, atau berdonasi melalui Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jakarta Timur. “Semuanya insyaallah, ini adalah murni untuk kemanusiaan, ini adalah murni untuk Palestina. Jadi tidak ada unsur-unsur lain dalam penggalangan donasi ini,” tutur Maahir.

Maahir telah memulai perjuangannya pada Senin itu. Dengan peralatan sepeda yang lengkap ditemani bendera Palestina yang berkibar di dekat sadel, ia berangkat dari Kantor Cabang ACT Jakarta Timur. Ia rela menempuh jarak yang jauh demi kemerdekaan saudara-saudara yang tertindas.