Tentara Israel Tangkap 41 Warga Palestina Semalam di Tepi Barat

Ramallah, relawan.id – Tentara Israel menangkap 41 warga Palestina dalam serangan semalam di Tepi Barat yang diduduki dan Yerusalem Timur. Hal ini diungkapkan Masyarakat Tahanan Palestina (PPS) pada Senin (24/5).

Dilansir Anadolu Agency, PPS mengatakan sebagian besar tahanan Palestina berasal dari Yerusalem Timur yang diduduki. Juru bicara PPS Amani Sarahneh mengatakan, pihaknya telah mencatat peningkatan penangkapan warga Palestina oleh pasukan Israel.

PPS menyatakan pada Ahad (23/5) sekira 2.000 warga Palestina telah ditangkap oleh pasukan Israel di Tepi Barat dan kota-kota Arab di Israel yang diduduki sejak pertengahan April. Sementara itu, polisi Israel mengumumkan telah menangkap 1.550 warga Arab Israel, di kota-kota Arab di Israel dalam dua pekan terakhir. Sekitar 150 dari mereka telah didakwa.

Kelompok hak asasi manusia Palestina mengatakan sekitar 4.400 warga Palestina diperkirakan ditahan di penjara Israel, termasuk 39 wanita, 115 anak-anak, dan 350 tahanan administratif.

Ketegangan meningkat di seluruh wilayah Palestina sejak bulan lalu atas putusan pengadilan Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumah mereka di lingkungan Sheikh Jarrah. Situasi semakin memburuk setelah pasukan Israel menggerebek Masjid al-Aqsha dan menyerang jamaah yang sedang shalat Tarawih pada bulan Ramadhan.

Ketegangan menyebar ke wilayah Jalur Gaza, dan Israel melancarkan serangan udara yang mengugurkan sedikitnya 248 warga Palestina, termasuk 66 anak-anak dan 39 wanita. Sementara, lebih dari 1.900 lainnya terluka.

Otoritas kesehatan di Tepi Barat juga mengonfirmasi 31 orang tewas di wilayah pendudukan. Dengan demikian, total warga Palestina yang gugur akibat serangan Israel mencapai 279 orang.

Di sisi lain, 12 orang Israel juga tewas dalam tembakan roket oleh kelompok militan Palestina, Hamas, dari Jalur Gaza. Setelah saling menyerang selama 11 hari, Israel dan Palestina sepakat untuk melakukan gencatan senjata yang dijembatani oleh Mesir pada Jumat (21/5) mulai pukul 02.00 waktu setempat. Namun, Israel mengkhianati gencatan senjata dengan melakukan kekerasan terhadap warga Palestina yang sedang berkumpul di Kompleks al-Aqsha.