Pasca Serangan Udara, Jumlah Pengangguran di Gaza Melonjak

Gaza, relawan.id – Bombardir zionis Israel selama 11 hari ke Gaza banyak menyebabkan kehancuran fasilitas industri di Gaza. Berdasarkan laporan kantor Monitor Hak Asasi Manusia Euro-Mediterania, diperkirakan 525 fasilitas ekonomi hancur terkenal misil pesawat tempur Israel, 50 di antaranya merupakan bangunan-bangunan pabrik Industri. Mulai pabrik plastik, pabrik kasur di timur Jabaila, pabrik es krim Al-Jalil di dekat Bundaran Kuwait di selatan Kota Gaza, dan pabrik-pabrik lain yang merupakan tempat bagi warga Gaza bekerja menggantungkan hidupnya.

Namun, Ketua Asosiasi Pengusaha di Gaza, Ali Al-Hayek, mengatakan, pada situasi seperti saat ini, pihaknya masih kesulitan untuk memastikan jumlah pabrik dan perusahaan yang hancur atau rusak, serta jumlah kerugian tersebut. Selain pabrik, Ali juga menyebut ada lusinan toko dan fasilitas penunjang ekonomi warga Gaza yang hancur akibat operasi pemboman Israel yang berkelanjutan.

Akibat itu, ribuan warga Gaza kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran pascagencatan senjata. Tingkat pengangguran yang sudah tinggi sebelum serangan Isreal, yakni 49 persen dari total penduduk, kini melonjak hingga 67 persen. Lonjakan terjadi pada mereka yang usianya masih tergolong muda, maupun lulusan baru.

Sementara itu, dilansir Reuters, otoritas Gaza memperkirakan, kerugian akibat kehancuran fasilitas-fasilitas industri di Gaza mencapai hingga 40 juta dolar atau sekitar Rp573 miliar. Ditambah juga dengan kerugian di sektor listrik yang mencapai 27 juta dolar atau Rp387 miliar.

Melihat kerugian amat besar yang harus ditanggung warga Palestina di Gaza, Said Mukaffiy dari Tim Global Humanity Response Aksi Cepat Tanggap mengajak seluruh Sahabat Dermawan untuk bersama menunjukkan rasa solidaritas terhadap saudara-saudara Palestina yang mengalami krisis kemanusiaan.

“Meskipun sulit untuk memulihkan ekonomi Gaza secara seratus persen, namun jika kita bersama-sama memberikan bantuan terbaik, Insyaallah beban warga Gaza sedikit demi sedikit akan berkurang,” ujar Said, Selasa (25/5 /2021).