Dubes Arab Saudi untuk PBB Tegaskan Masalah Palestina Jadi Perhatian Kerajaan

London, relawan.id – Duta Besar Arab Saudi untuk PBB di Jenewa, Abdul Aziz Al-Wasel, menegaskan kembali masalah Palestina tetap menjadi perhatian utama Kerajaan.

“Nasib warga Palestina tetap menjadi masalah utama yang menjadi perhatian Arab Saudi,” kata Al-Wasel seperti dilansir di Arab News, Jumat (28/5).

Abdul Aziz Al-Wasel menambahkan bahwa negaranya tidak akan ragu untuk mendukung rakyat Palestina dengan segala cara dalam upaya mereka untuk memulihkan hak-hak mereka. Yakni dukungan terhadap hak Palestina yang sah untuk mendirikan negara merdeka dengan kedaulatan penuh atas wilayah Palestina dan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Dalam pidatonya di sesi khusus Dewan Hak Asasi Manusia PBB untuk membahas peristiwa baru-baru ini di wilayah Palestina yang diduduki Israel, Al-Wasel mengungkapkan keprihatinan yang mendalam tentang akselerasi kebijakan penjajahan Israel atas tanah Palestina. Khususnya ancaman untuk mengevakuasi ratusan keluarga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur yang diduduki, secara paksa, oleh pemukim ekstremis dengan dukungan dan bantuan dari otoritas Israel dan bekerja sama dengan pengadilan rasis.

Dia meminta komunitas internasional untuk melakukan apa yang dapat dilakukan untuk menekan Israel agar mematuhi persyaratan Piagam PBB, Konvensi Jenewa Keempat, hukum hak asasi manusia internasional, dan semua resolusi PBB yang relevan.

Al-Wasel mengatakan bahwa Arab Saudi mengutuk keras dan menolak pelanggaran Israel yang terus berlanjut terhadap penghalang Tepi Barat Israel, pembangunan permukiman, penghancuran properti Palestina, dan pemindahan paksa warga Palestina dari rumah dan tanah mereka.

“Seluruh dunia telah menyaksikan selama beberapa hari terakhir ini peristiwa malang dan menyakitkan di mana kehidupan anak-anak, wanita, orang tua dan pemuda tidak dihargai dan instalasi vital mereka hancur,” kata dia.

Tindakan Israel itu, kata dia, membutuhkan intervensi cepat dari Dewan Keamanan Dunia. Terutama karena tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia dan hukum kemanusiaan internasional.

Dia pun menyambut semua upaya konstruktif untuk mencapai perdamaian dan keamanan, dan untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan medis kepada mereka yang membutuhkannya di wilayah Palestina. Pihaknya juga meminta negara-negara untuk mendukung rancangan resolusi tentang situasi hak asasi manusia di wilayah pendudukan.