Hadapi Era Globalisasi, Relawan MRI-ACT Ajarkan Komputer untuk Anak-Anak Prasejahtera

Jakarta, relawan.id – Pada era globalisasi seperti saat ini, penggunaan teknologi komputer menjadi salah satu komponen penting untuk menunjang berbagai lini kehidupan. Hampir setiap pekerjaan yang ditemui saat ini, membutuhkan tenaga komputer untuk mendukung kemudahan pekerjaan tersebut. Namun, sayangnya tidak semua orang paham cara penggunaan komputer. 

Hal ini lah yang membuat Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) berikhtiar memberikan pelajaran penggunaan komputer untuk anak-anak prasejahtera. Melalui Rumah Belajar Ceria, anggota MRI-ACT menampung anak-anak jalanan, mereka yang dari keluarga tidak mampu, hingga anak-anak yatim untuk belajar teknologi komputer.

“Rentang usia anak-anak yang belajar komputer di sini 13 hingga 17 tahun,” ujar Muhammad Galang, relawan tenaga pendidik untuk bidang komputer di Rumah Belajar Ceria, Senin (31/5/2021).

Galang menjelaskan, dalam pembelajaran, anak-anak belajar cara menggunakan komputer dari dasar. “Pertama, dari mulai menyalakan dan mematikan laptop. Lalu kami ajarkan Microsoft Word, karena itu yang paling sering dipakai dalam dunia kerja kan. Sekalian kita biasakan anak-anak belajar mengetik dengan 10 jari,” jelas Galang.

Jika nantinya anak-anak sudah mahir menggunakan komputer tingkat dasar, para relawan akan mengajarkan mereka pembelajaran yang lebih lanjut. Seperti penggunaan software desain. “Desain di era globalisasi saat ini menjadi salah satu pekerjaan yang digemari. Maka dari itu, kami rasa menjadi penting bagi anak-anak ini untuk belajar desain,” kata Gilang.

Namun, proses pembelajaran komputer di Rumah Belajar Ceria disebut Galang, masih memiliki kendala pada sektor sarana prasarana. Jumlah laptop yang dimiliki masih sangat terbatas, yakni hanya lima unit. “Satu laptop itu bisa dipakai tiga anak. Jadi terkadang kita para relawan menggunakan laptop pribadi untuk digunakan anak-anak,” katanya.

Selain pembelajaran komputer, di RBC juga terdapat pelajaran membaca dan menulis untuk anak dengan usia 6-12 tahun yang belum pandai baca tulis. Jika nantinya anak tersebut telah bisa baca tulis, baru kemudian diajarkan materi lain seperti bahasa Inggris, dan matematika.