Banjir dan Tanah Longsor Terjang Sukabumi, MRI-ACT Bantu Evakuasi Warga Terdampak

Sukabumi, relawan.id – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Sukabumi sejak Selasa (1/6/2021) sore, membuat sejumlah wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.

Merespon bencana ini, Tim DER MRI-ACT Sukabumi datang ke lokasi untuk melakukan assessment dan evakuasi di lokasi bencana. Bersama para relawan dari berbagai organisasi lainnya, tim berupaya melakukan pembersihan puing dan material lain serta memindahkan harta benda warga terdampak ke tempat yang lebih aman.

Semantara itu, hingga saat ini petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih merinci lokasi dan nilai kerugian yang diakibatkan bencana tersebut.

Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi Anita Mulyani mengatakan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor. Petugas BPBD dikerahkan untuk melakukan assessment dan evakuasi di lokasi bencana.

“Sekitar pukul 15.30 WIB, terjadi tanah longsor di Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi. Tanah longsor menimpa rumah warga, tidak ada korban jiwa namun tiga orang warga mengalami luka ringan,” kata Anita.

Akibat kejadian itu, warga mengalami kerugian sekitar Rp 300 juta. Saat ini upaya penanganan tengah dilakukan di lokasi tersebut.

“Kerugian materil diperkirakan Rp 300 juta, sebagai langkah pertama guna mengamankan tempat kejadian, Kecamatan, P2BK, Pemerintah Desa PLD Desa Cikurutug dan Bhabinkamtibmas Desa Cikurutug menetralisir lokasi kejadian dengan memasang Police Line/Garis Polisi dan mengimbau agar penghuni rumah mengungsi ke tempat yang aman rumah saudaranya terdekat. Musyawarah untuk penanganan di lokasi tersebut dan besok akan kerja bakti bersama warga masyarakat setempat,” ucap Anita.

Hujan deras juga membuat sejumlah sungai meluap, di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat. Akibat kejadian itu 10 rumah warga terdampak banjir. Saat ini upaya penanganan dilakukan warga bersama aparat terkait.

“Hujan deras menyebabkan Sungai Slokan Cikupa meluap, 10 rumah warga terdampak luapan air. Kami mendapat informasi melalui media sosial dan bergerak ke lokasi, penanganan dilakukan gotong royong bersama warga,” ungkap Anita.

Selain merusak pemukiman, hujan deras juga mengakibatkan jalan rusak akibat tebing yang longsor. Peristiwa itu terjadi di beberapa lokasi.

“Di Kecamatan Cisaat, tebing yang berada di samping jalan desa mengalami longsor dengan panjang 15 meter tinggi 15 meter dan lebar 2 meter. Kondisi ini mengancam putusnya akses jalan dan mengancam rumah warga. Kami juga mendapat informasi jebolnya irigasi di wilayah Kecamatan Gunungguruh, akibatnya sawah milik warga terendam dan jalan gang terputus,” kata Anita.

Anita memastikan saat ini petugas P2BK di wilayah kecamatan yang terdampak sudah berada di lokasi kebencanaan melakukan penanganan-penanganan darurat bersama aparat desa, kecamatan, Polri dan TNI.

“Lokasi kejadian tersebar, assessment terus dilakukan. Kepada sejumlah warga yang terdampak diungsikan ke tetangga dan kerabat yang berada jauh dari lokasi kebencanaan. Imbauan juga kami suarakan, agar warga selalu waspada,” ujarnya.