ACT Kembali Kirimkan Bantuan untuk Keluarga Korban KRI Nanggala-402

Surabaya, relawan.id – Empat puluh hari sudah berlalu sejak KRI Nanggala-402 tenggelam di perairan utara Bali. Sebanyak 53 patriot terbaik bangsa dinyatakan gugur dalam dedikasinya menjaga keutuhan NKRI. Meski hari-hari telah berlalu, empati dan kepedulian Aksi Cepat Tanggap (ACT) kepada keluarga patriot KRI Nanggala-402 tidak sedikit pun berkurang.

Setelah sebelumnya ACT menyerahkan santunan Rp10 juta per keluarga serta biaya hidup Rp5 juta per bulan selama 12 bulan. Kali ini, ACT menyerahkan bea pendidikan untuk seluruh anak yatim dari keluarga patriot KRI Nanggala-402. Bantuan ini merupakan salah satu implementasi nyata dari program Bea Pendidikan Indonesia (BPI) yang digulirkan ACT. Nantinya, anak-anak patriot KRI Nanggala-402 akan mendapat bantuan pendidikan sejak sekolah dasar hingga lulus dari perguruan tinggi. 

“Lewat gerakan ini, diharapkan istri dari para patriot Nanggala tidak khawatir lagi bagaimana pendidikan yang akan anak mereka jalani. Ini juga merupakan simbol kecintaan kepada anak bangsa. Karena ini bukan musibah untuk keluarga TNI saja, tetapi juga musibah bagi seluruh bangsa,” ujar Presiden ACT Ibnu Khajar, Kamis (3/6/2021) di Surabaya.

Kepala Staff Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono mengucapkan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah memberikan empati dan simpatinya untuk seluruh keluarga patriot KRI Nanggala 402. “Bantuan ini tentunnya juga menjadi dukungan morel serta motivasi untuk keluarga,” ujar Yudo.

Peristiwa tenggelamnya KRI Nanggala 402, disebut Yudo, telah mendorong angkatan laut untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pembelajaran menuju masa depan yang lebih baik. “Peristiwa ini juga telah mewariskan kepada kita nilai-nilai perjuangan tanpa pamrih, semangat pantang menyerah, dan berbagai keteladanan yang dapat menginpirasi kita dalam hal pengabdian ke negara dan bangsa,” tutur Yudo.

Yudo juga menyatakan bahwa seluruh keluarga, khususnya istri dari tiap patriot yang gugur, adalah wanita-wanita hebat. Mereka tetap tegar menghadapi masa yang sulit. Kekuatan jiwa yang hebat dari para istri, juga disebut Yudo merupakan landasan bagi anak-anak para patriot Nanggala untuk tetap melanjutkan hidup dan menggapai cita-citanya.

“Untuk anak-anak para patriot, kami tidak pernah berhenti memikirkan kalian. Bagaimana kalian bersekolah dan bagaimana masa depan kalian. Yakinlah bahwa kalian sepenuhnya ada di hati kami, meskipun kami tidak sepenuhnya bisa menggantikan ayah kalian,” ucap Yudo.