Warga Aceh Temukan 81 Muslim Rohingya Terdampar di Pulau Idaman

Aceh, relawan.id – Sebanyak 81 Rohingya terdampar di Pulau Idaman Gampong Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur, pada Jumat (4/5/2021).  Berdasarkan informasi yang diperoleh Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) di Lhokseumawe, para pengungsi Rohingya tiba sekitar pukul 07.00 pagi waktu setempat menggunakan satu perahu yang sangat tidak layak dihuni orang banyak. Mereka terdiri dari 19 pria, 51 perempuan, dan 11 anak-anak.

“Kondisi mereka sangat memprihatinkan. Mereka kelelahan dan kelaparan. Saat warga sekitar memberikan mereka bantuan makanan, mereka sangat cepat dan lahap menyantap makanan tersebut,” ujar Hidayatullah dari Tim Program ACT Lhokseumawe Jumat (4/6/2021).

Namun, Hidayatullah menegaskan bahwa makanan yang diterima oleh mereka masih sangat terbatas. “Untuk hari ini saja, kita masih tidak tahu apakah mereka bisa mendapatkan makan atau tidak. Kita tidak tahu sudah berapa lama mereka terombang-ambing di lautan. Kita juga tidak tahu berapa hari mereka sudah tidak makan. Namun yang pasti, mereka saat ini kelaparan. Maka dari itu, kebutuhan darurat mereka saat ini adalah makanan,” tegas Hidayatullah.

Sementara itu, Sekretaris Panglima Laot Miftah Cut Adek mengatakan, warga Rohingya tersebut melarikan diri dari kamp pengungsian di Bangladesh. Di mana ratusan ribu pengungsi Rohingya menetap di sana. Miftah menjelaskan, awalnya para pengungsi yang melarikan diri ke Aceh tersebut berjumlah 90 orang, namun 8 di antaranya meninggal dunia, dan satu orang hilang di laut.

Untuk diketahui, berdasarkan laporan dari tim Global Humanity Response ACT, kehidupan pengungsi Rohingya di kamp-kamp pengungsian di Bangladesh memang dibaluti berbagai masalah kemanusian, mulai permasalahan pangan hingga hunian yang tidak layak. Kamp pengungsian di di Cox’s Bazar misalnya, hunian di sana yang padat dan hanya terdiri dari tenda sederhana, juga membuat rawan terjadinya kebakaran.

Selain itu, banyak anak Rohingya dengan tubuh kurus karena kurang mendapat asupan gizi dari makanan yang mereka terima. Tidak ada lapangan pekerjaan pun membuat hidup mereka semakin menderita.