Ibadah Kurban Dapat Menggerakan Ekonomi Umat

Jakarta, relawan.id – Ibadah kurban sangat erat kaitannya dengan upaya pemberantasan kemiskinan. Selain sebagai bentuk ketakwaan seorang hamba kepada Tuhannya, kurban juga ibadah yang bersifat sosial. Daging-daging hewan kurban akan dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Bahkan menurut Ustadz Ahmad Faris BQ, sistem dalam ibadah kurban memiliki konsep saling tolong menolong dan dapat menggerakkan ekonomi umat. Apalagi saat masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, ekonomi masyarakat banyak yang terpuruk.
 
“Jadi sekarang pada masa pandemi, justru terpikir untuk memberdayakan umat secara lebih baik lagi. Kita jaga keikhlasan dan semangat dalam jemaah, serta kreativitas dalam beramal,” kata Ustadz Faris.

Ustaz Faris menjelaskan, dalam ibadah kurban banyak sektor ekonomi yang tergerak, mulai dari proses pembelian hewan kurban, berdampak kepada para peternak, booth penyedia hewan kurban, hingga kesediaan lahan. “Ini kan (milik) umat semua. Ini cara kita menggerakkan ekonomi umat, dan ini yang diinginkan oleh agama,” ujarnya.

Jika melihat ibadah kurban secara lebih luas, maka kurban tidak dilakukan setahun sekali, melainkan sepanjang tahun. Hewan-hewan terbaik yang disiapkan untuk berkurban dipelihara oleh peternak tidak dalam waktu singkat. Hal ini termasuk ke dalam persiapan ibadah kurban. 

“Ibadah kurban adalah ibadah yang sangat istimewa yang memang secara praktik terjadi setahun sekali untuk membuktikan ketakwaan kita kepada Allah. Tetap kurban secara lebih luas adalah ibadah yang persiapannya lama. Kita yang (kurban) membeli memang terkesan singkat, tetapi jika tidak ada yang menjual dan membesarkan hewannya kurban tidak akan bisa dilakukan,” jelasnya.