MRI-ACT Bersama Komunitas Menggelar Galang Dana untuk Palestina

Kapuas, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kapuas mengadakan penggalangan dana untuk membantu warga Palestina dengan tema “Palestina Memanggil, Bantu dengan Sedekah Terkuatmu”

Aksi dilaksanakan di wilayah Kota Kualakapuas dan sekitarnya selama tiga hari yakni dari 4 Juni sampai 6 Juni 2021 lalu. Koordinator Aksi, Muhammad Fadillah, mengatakan aksi ini ditujukan untuk menggalang bantuan dari warga Kota Kualakapuas dan sekitarnya.

“Menggalang bantuan untuk saudara-saudara di Palestina yang saat ini sedang hidup dalam kesusahan dan keterbatasan akibat serangan zionis Israel beberapa waktu lalu,” katanya, Selasa (8/6/2021).

Aksi diikuti oleh organisasi sosial dan relawan yang ada di Kapuas seperi MRI-ACT, BPK Pasbar, Komunitas Amanah Guru Kita, Komunitas Bengkel Kula², Darul Mustofa, BPK Putra Mahakam dan BPK Bubuhan Relawan Teratai dan Komunitas Rider Kapuas.

“Aksi yang telah dilaksanakan bisa menggalang dana dari warga Kapuas dan sekitarnya sebanyak Rp. 32.727.000,” ujarnya.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik, koordinator aksi telah menyerahkan hasil pengumpulan tersebut kepada Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT).

Diterima oleh Koordinator wilayah ACT Kalimantan Tengah Hermawan Agung disaksikan oleh pejabat dari Dinas Sosial Kapuas, Senin (7/6/2021) kemarin. Untuk selanjutnya diserahkan ke ACT Pusat dan diteruskan ke Palestina.

Kepala Dinas Sosial Kapuas melalui Kepala Seksi Pemberdayaan Sosial Perseorangan, Keluarga dan Kelembagaan Masyarakat (PSPKKM), Fitria Ulfah, SIP, MSi mengapresiasi kegiatan itu karena sejak dari awal pihak penyelenggara sangat mematuhi ketentuan pemerintah tentang pengumpulan uang dan barang (PUB).

Dimana penyelenggara menyampaikan maksud rencana aksi, waktu pelaksanaan, peserta dan penanggung jawab kegiatan, lokasi sampai kepada pelaporan kegiatan berapa yang uang/barang yg terkumpul dan disalurkan kemana saja sebagai bentuk pertanggungjawaban kegiatan kepada publik.

“Pemerintah Kapuas saat ini sudah menyiapkan Peraturan Bupati Kapuas tentang Pengumpulan Uang dan Barang (PUB) yang saat ini sedang dikoreksi di Pemprov Kalteng,” katanya.

Dilanjutkannya, apabila nanti Perbup tersebut sudah berlaku, maka semua kegiatan pengumpulan uang dan barang dari masyarakat harus memenuhi ketentuan dan syarat teknis yang diatur dalam perbup tersebut. “Termasuk kewajiban menyampaikan hasil PUB kepada masyarakat,” ungkapnya.