Gelar Kekasih Allah Nabi Ibrahim

Jakarta, relawan.id – Nabi Ibrahim adalah Nabi yang bergelar khalillullah atau kekasih Allah. Lalu apa alasan Allah memberikan gelar tersebut kepada Nabi Ibrahim? Dalam kitab Nashaihul Ibad karangan Imam Nawawi Al-Bantani ada tiga alasan Allah SWT memberikan gelar tersebut, salah satunya mendahulukan perintah Allah daripada perintah yang lainnya. 

Nabi Ibrahim diberi gelar kekasih Allah adalah karena Nabi Ibrahim selalu mendahulukan perintah Allah. Hal ini tercermin ketika Nabi Ibrahim diperintah Allah untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail. Padahal Nabi Ismail adalah anak yang sangat didambakan dan ditunggu-tunggu dalam waktu yang lama. 

“Ingat, kurban itu perintah Allah bukan ibadah sembarangan, sesuai Al-Qur’an surat Al-Kautsar ayat dua. Karena perintah kurban-lah Nabi Ibrahim mendapat gelar kekasih Allah, dia melakukan perintah itu (kurban) sebagaimana diceritakan Al-Qur’an surat As-Shaffat ayat 102. Ini patut dicontoh,” kata Ustaz Taufiqurrahman dalam Kajian Peradaban Qurban, Selasa (15/6/2021).

Ustaz Taufiq melanjutkan, sebelum peristiwa penyembelihan Nabi Ismail, Nabi Ibrahim sudah mempunyai sifat kedermawanan yang luar biasa. Di mana setiap tahun selalu menyembelih kambing 1.000 ekor, sapi 300 ekor, dan 100 ekor unta. Ini menjadi bukti nyata Nabi Ibrahim selalu melaksanakan perintah Allah. 

“Sekaya-kayanya kita apakah pernah berkurban begitu banyak? Kurban tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk keluarga dan saudara muslim lainnya, pernah enggak?” Mudah-mudahan ini menjadi inspirasi Anda bisa berkurban lebih banyak,” jelas Ustaz Taufiq. 

Menurut Ustaz Taufiq, melihat kedermawanan Nabi Ibrahim membuat manusia takjub. Bahkan malaikat, makhluk Allah yang tidak pernah berbuat dosa juga takjub dan memuji kedermawanan Nabi Ibrahim. Inilah yang menjadi musabab Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah untuk menyembelih Nabi Ismail. 

“Usai malaikat memuji, Nabi Ibrahim berkata ‘Ini tidak ada apa-apanya. Jika saya punya anak, lalu Allah memerintahkan saya untuk menyembelihnya, niscaya akan aku laksanakan’ ternyata hal ini dicatat oleh Allah dan Nabi Ibrahim mempunyai anak Nabi Ismail lalu diperintahkan Allah untuk menyembelihnya,” jelas ustaz yang khas dengan dakwah melalui pantun ini.