Respon Gempa Maluku, MRI-ACT Melakukan Asesment Bagi Warga Terdampak

Maluku, relawan.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat 19 kali gempa susulan terjadi pascagempa berkekuatan Magnitudo 6.1 mengguncang Maluku Tengah dan sekitarnya, Rabu (16/6/2021). Gempa susulan masih terjadi hingga Kamis (17/6/2021).

Tim emergency response MRI-ACT pun langsung berangkat dari Kota Ambon ke titik lokasi gempa, dari Pelabuhan Desa Liang menuju Kairatu dan tiba di Masohi, Tehoru, Maluku Tengah pada pukul 13.00 WIT. 

Relawan MRI, Muhammad Syamsudin Mahu, mengatakan sesampainya di lokasi tim langsung melakukan asesment kebebarapa titik terdampak gempa yaitu Desa Haya dan Dusun Latan.

“Warga Kecamatan Tehoru semuanya bermukim di area pesisir, pasca gempa 6,1 magnitudo dengan peringatan waspada tsunami untuk daerah Yaputi, 95 persen masyarakatnya langsung mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi dengan kondisi serba terbatas,” ungkapnya.

Hampir semua desa, kata Syamsudin, memiliki keluhan yang sama yaitu kurangnya terpal dan selimut, sedangkan untuk stok obat-obatan hanya cukup sampai dua hari kedepan. Padahal, penyakit flu, batuk dan demam sudah mulai menimpa anak-anak balita dan lansia di pengungsian.

“Baik dari pemerintah desa maupun para penyintas di lokasi pengungsian begitu mengharapkan bantuan emergency secepatnya. Karena gempa susulan masih terus terjadi,” tuturnya.