Apresiasi Guru Ngaji, Global Zakat-ACT Berikan Bantuan

Semarang, relawan.id – Seperempat abad bukanlah waktu yang singkat. Selama itu, Winarni (62) menjadi guru mengaji di di Desa Payungan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Selama itu pula ia berjuang mewujudkan impian mendirikan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). 

Untuk mewujudkan impiannya tersebut, Winarni mengumpulkan sebagian keuntungannya dari berjualan rengginang keliling. Saban hari keuntungannya sebesar Rp30-50 ribu ia sisihkan. Pada 2014 lalu impiannya terwujud. 

“Alhamdulillah bisa bangun (gedung) TPQ di tanah warisan. Saya cicil. jadi kalau duitnya sudah kumpul saya belikan batu bata. Kalau sudah kumpul lagi, saya belikan genting, terus belikan pasir, lalu semen,” kata Winarni, Sabtu (12/6/2021). Kini, TPQ impiannya itu ia beri nama Nurul Fath.

Kehidupan Winarni dan suaminya, Mas’ud, pun tidak mewah. Mereka tinggal di rumah yang berdinding kayu dan berlantaikan tegel hitam tradisional. Meski rumahnya sederhana dan mulai lapuk, Winarni mengaku tetap nyaman dan memilih membangun TPQ lebih dulu daripada merenovasi rumah. Baginya hal tersebut lebih utama dan untuk amal jariyah. 

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi Winarni, Global Zakat-ACT memberikan bantuan biaya hidup kepadanya Sabtu (12/6/2021). Bantuan itu merupakan dukungan dari muzaki yang berzakat melalui Global Zakat-ACT melalui program Sahabat Dai Indonesia.