ACT Inisiasi Gerakan Darurat Solidaritas Selamatkan Manusia dari Pandemi

Jakarta, relawan.id – Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia ‘meledak’ belakangan ini. Pada Kamis (1/7/2021), Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 253.826 kasus. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama pandemi Covid-19 merebak pertama kali di Indonesia. Dengan tambahan kasus ini, total kumulatif kasus positif di Indonesia  mencapai lebih dari 2,2 juta orang.

Tidak ingin menambah lebih banyak kasus, pemerintah memutuskan untuk kembali menerapkan kebijakan pembatasan mobilisasi warganya. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diberlakukan di Jawa-Bali mulai 3-20 Juli 2021. Selaras dengan kebijakan tersebut, ACT juga memandang ini sebagai sebuah situasi darurat. Perlu ikhtiar dan kerja sama dari berbagai pihak untuk menyukseskan upaya pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19. Termasuk dampak yang diberikan terhadap masyarakat.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa pandemi Covid-19 membawa dampak langsung ke masyarakat. Ekonomi memburuk, kesulitan memenuhi kebutuhan pangan, hingga kesulitan mendapat akses kesehatan karena penuhnya rumah sakit, mewarnai perjuangan mereka bertahan selama pandemi.

Presiden ACT Ibnu Khajar dalam pernyataan sikap menyatakan, atas alasan tersebut, ACT menginisiasi gerakan “Darurat Solidaritas, Selamatkan Manusia dari Pandemi”. Lewat gerakan ini, ACT berupaya meredam dampak Covid-19 ke berbagai sektor. Pada sektor pangan, ACT akan memasifkan program Operasi Pangan Gratis. ACT berupaya untuk tetap memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dengan mengerahkan semua armada pangan, mulai pengerahan unit Humanity Food Truck dan Humanity Food Bus, hingga 90 unit Food Van.

“Armada tersebut akan membagikan makanan siap saji yang lezat dan bergizi untuk masyarakat. Terutama masyarakat prasejahtera yang sulit memenuhi kebutuhan pangannya selama Covid-19 merebak,” ujar Ibnu, di Kantor ACT di Jakarta, Jumat (2/7/2021).

Selain makanan siap saji, Humanity Rice Truck, serta puluhan truk logistik lainnya akan dikerahkan. Beras gratis kualitas terbaik dan paket logistik lainnya akan didistribusikan menggunakan armada tersebut. Distribusi semua armada tersebut juga tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan. Namun, armada juga akan berkeliling menjangkau ke daerah-daerah.

“Humanity Care Line (HCL) juga akan kembali beroperasi 24 jam kembali. Warga yang kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangannya, bisa mendapatkan beras gratis dengan menghubungi layanan HCL ke nomor 0800-1165-228. Nanti setelah menelepon, akan ada relawan yang mengantarkan beras ke rumah warga langsung,” kata Ibnu.

Selain itu Operasi Gizi Anak Indonesia (OGAI) juga turut dimasifkan. Dalam OGAI, dilakukan beberapa kegiatan, antara lain pemberian makanan dengan gizi seimbang, dan edukasi berupa penyuluhan gizi seimbang bagi anak-anak.

“Melalui program OGAI, diharapkan tingkat kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya anak-anak dapat meningkat. Serta mampu menguatkan imunitas mereka, untuk memperkecil dampak terpaparnya Covid-19 kepada mereka,” kata Ibnu.

Aksi-aksi di sektor medis juga semakin digencarkan ACT melalui program Darurat Solidaritas ini. Tim dari Humanity Medical Service akan melakukan beberapa aksi. Seperti pembagian masker dan tabung oksigen, hingga mendirikan rumah sakit lapangan. 

Tidak hanya itu, Humanity Medical Careline, layanan kesehatan berbasis daring juga akan segera diaktivasi. Nantinya, layanan ini akan dipunggawai oleh para profesional yang sudah berpengalaman di bidang kesehatan. Ambulans pre-hospital juga akan dikolaborasikan dengan kemitraan ambulans lainnya untuk mendukung perawatan home care bagi para pasien yg melakukan isolasi mandiri.

“Darurat Solidaritas sangat tepat untuk membangun empati dan spirit kepada umat, untuk bahu membahu meringankan beban dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 gelombang kedua ini, sebab itu bagi kita yang masih diberikan kelapangan, hal ini bisa kita lakukan bersama,” pungkas Ibnu.