Relawan MRI Batang Bantu Pemakaman Jenazah Covid-19

Batang, relawan.id – Meningkatnya kematian Covid-19 di Kabupaten Batang serta minimnya keberanian warga membantu pemakaman jenazah, membuat relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) membantu proses pemakaman.

Relawan MRI Batang, Umar mengaku dia bersama teman-temannya harus siaga selama 24 jam dan waktu istirahat pun juga tidak menentu. Karena apabila ada jenazah pasien Covid-19 tidak boleh lama dan harus segera dikebumikan.

“Pernah saat kondisi hujan jam 2 malam proses pemakaman dilakukan oleh teman-teman,” ujarnya

Selain itu, Umar mengatakan, bahwa dirinya sudah setahun lebih bersama teman-teman lainnya melakukan pekerjaan ini dengan tulus. Selain rasa khawatir, Umar juga menyayangkan prilaku masyarakat yang hingga kini masih abai dengan virus Covid-19.

“Memakamkan jenazah di tengah teriknya panas sinar matahari sepertinya sudah menjadi makanan setiap hari bagi tim. Bahkan, memakamkan jenazah sambil bercucuran keringat lantaran menggunakan pakaian hazmat juga sudah menjadi pemandangan biasa,” tuturnya.

Kasus aktif Covid-19 terus meningkat di Kabupaten Batang. Melihat kondisi itu Pemerintah Kabupaten Batang akan menerapkan pembatasan wilayah (lockdown) mulai di tingkat rukun tetangga (RT). 

Bupati Batang, Wihaji mengatakan, bahwa jumlah kasus positif Covid-19 terus meningkat. Maka, pihaknya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk menerapkan kebijakan lockdown RT akan lebih jelas.

“Lockdown RT rencananya akan diberlakukan jika ada minimal 5 rumah yang terpapar Covid-19. Ini bentuk ketegasan dari pemerintah daerah untuk penanganan virus corona di Kabupaten Batang,” ungkapnya melansir laman batangkab.go.id, Kamis (1/7/2021).

Kemudian, pemkab juga akan memusatkan isolasi bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 di setiap kecamatan. Upaya ini perlu dilakukan karena isolasi mandiri di rumah sendiri kurang efektif. 

‘’Nanti yang positif, wajib isolasi mandiri terpusat selama 10 hari dan akan mendapatkan bantuan sebesar Rp500 ribu dan keluarganya mendapatkan Rp500 ribu untuk makan di rumah,’’ kata Wihaji.

Dukungan bantuan uang isolasi tersebut agar masyarakat yang terpapar Covid-19 tidak pergi kemana-mana. ‘’Ini bentuk tanggung jawab pemerintah karena warganya sedang terisolasi,” imbuhnya.

Berdasarkan data dari laman corona.batangkab.go.id, per Kamis (1/7/2021), jumlah kasus aktif di Kabupaten Batang mencapai 320 orang dan hampir semua  kecamatan ada warga yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara, meski berada di zona orange penyebaran Covid-19 dan tidak masuk dalam 10 besar zona merah di Jawa Tengah, tidak membuat Batang sedang baik-baik saja.

“Untuk masyarakat Kabupaten Batang agar tidak panik pemda akan menyiapkan semua potensi yang akan terjadi seperti rumah sakit darurat. Hanya saja pesan saya, tolong protokol kesehatan benar-benar diperhatikan dan jangan menggampangkan,” kata Wihaji.

Kemudian, imbuh dia, titip kepada ketua RT dan kepala desa agar tidak bosan mensosialisasikan pentingnya protokol kesehatan. ‘’Ayo, bareng-bareng ketuk hati kita untuk ikhtiar agar pandemik Covid-19 segera usai. Karena saya tahu masyarakat Batang sudah jenuh dengan Covid-19 ini belum selesai,’’ tandasnya.