Aktivitas Kerelawanan Potensial Menjadi Gerakan Perubahan

Jakarta, relawan.id – Masih ingat tentang kisah kerelawanan Ardian menolong Nenek Sukiyah? Aksi relawan Masyarakat Relawan Indonesia Salatiga itu ternyata amat berdampak pada hidup seseorang. Begitu juga kisah Masyarakat Relawan Indonesia Jakarta Barat yang membuka sekolah gratis untuk anak-anak di lingkungan tempat pembuangan akhir Kalideres dan Kapuk.

Ketua Dewan Pembina Masyarakat Relawan Indonesia Ahyudin pun mengatakan, Relawan dan aktivitas kerelawanan potensial menjadi sebuah gerakan sosial untuk menciptakan perubahan. 

“Indonesia tidak hanya dikenal sebagai bangsa para pahlawan, namun juga bangsa para relawan. Relawan tidak boleh disematkan untuk apa pun yang konotasinya negatif, sebab relawan dan kerelawanan adalah energi kebaikan,” ungkap Ahyudin pada diskusi kebangsaan bertajuk “Indonesia, Bangsa Para Relawan” pada Selasa (24/11). 

Semangat kerelawanan juga harus dimiliki oleh setiap jiwa, terutama pemimpin masyarakat, sebagaimana dikuatkan pengusaha Heppy Trenggono. Menurut Heppy, jiwa kerelawanan seharusnya dimiliki oleh pejabat oleh wakil rakyat.

“Mereka ada untuk memberikan sumbangsih. Secara umum, kita enggak lihat (sikap relawan itu) hari ini. Padahal, jiwa-jiwa relawan yang membuat kebangkitan bangsa. Jika itu dimiliki oleh pejabat indonesia oleh pimpinan, Indonesia akan berubah,” kata Heppy saat ditemui ACTNews akhir Oktober lalu.

Aksi Cepat Tanggap pun membuka peluang ke berbagai pihak untuk menjadi relawan. Salah satu kisahnya hadir dari aktor laga Donny Alamsyah yang ikut mengantarkan paket pangan Ramadhan ke Kepulauan Mentawai.

Donny bersama ACT berkesempatan mendistribusikan bantuan ke Pulau Mentawai pada Ramadan tahun 2019.  Program Kapal Ramadhan hari itu membawa 1.500 paket pangan, bantuan dari para dermawan yang berlayar dari Jakarta menuju ke Kepulauan Mentawai.

“Awalnya saya kagum, saya lihat di media sosial, kegiatan ACT bukan sekadar di Indonesia. Saya berdoa waktu itu, berharap suatu hari bisa ikut andil dalam kegiatan ACT. Dan alhamdulillah, saya dapat kesempatan itu,” ungkap Donny.

Aksi Cepat Tanggap pun mengorganisasi langsung gerakan kerelawanan melalui Masyarakat Relawan Indonesia. “Pemberdayaan masyarakat sipil sangat penting. Hal ini karena  masyarakat merupakan komunitas inti dan bagian terpenting dari konstruksi sebuah bangsa dan negara. Peran masyarakat sipil juga menentukan eksistensi sebuah bangsa, derajat sebuah bangsa, dan menjadi ukuran harga diri sebuah bangsa dan negara,” kata Ibnu. Alasan itu pula, lanjut Ibnu, yang membuat masyarakat bersolidaritas mendukung satu sama lain.