Isolasi Mandiri, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Jakarta, relawan.id – Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi beberapa  hari terakhir yang mencapai 20 ribu kasus per hari telah menyebabkan fasilitas kesehatan di Tanah Air kewalahan. Sejumlah RS di beberapa kota melaporkan bahwa Bed Occupancy Rate (BOR) melampaui batas aman, sementara pusat-pusat isolasi pasien pun mulai penuh.

Selain menambah pusat isolasi atau menambah kapasitas tempat tidur di RS, isolasi ternyata masih aman dan nyaman di lakukan di rumah. Dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai standar Kementerian Kesehatan atau Organisasi kesehatan Dunia (WHO), isolasi mandiri di rumah memberi opsi agar fasilitas kesehatan tidak kolaps.

Oleh karena itu, bagi para pasien terindikasi (suspek) atau terkonfirmasi positif Covid-19 tanpa gejala yang disarankan untuk melakukan isolasi mandiri oleh dokter, pasien dapat melakukan konsultasi kesehatan secara online bersama dokter secara rutin. Agar cepat sembuh dari Covid-19, pasien yang isolasi mandiri di rumah juga disarankan tetap tenang dan tidak panik.

Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan selama isolasi mandiri:

Tetap Terhubung dengan Keluarga

Meski tengah melakukan isolasi mandiri dan mungkin diharuskan berada di kamar yang terpisah dari anggota keluarga lain, perasaan tetap terhubung penting untuk dijaga. Dengan cara ini, seseorang tidak akan merasa sendiri dan kesepian saat menjalani isolasi mandiri. 

Berikan kabar bahwa kamu sedang isolasi mandiri tidak boleh keluar rumah. Yup, pada masa seperti ini, bukan hal yang aneh jika kamu merasa ingin mendapat dukungan dari orang-orang yang kamu sayang. Mendengar ucapan penyemangat bisa jadi bahan bakar supaya lebih sabar menjalani isolasi mandiri.

Melakukan Kegiatan yang Menghibur

Stres rentan dirasakan mereka yang harus menjalani isolasi mandiri. Jadi, kita harus pintar-pintar menata perasaan dan kondisi mental agar lebih tenang menjalani isolasi mandiri. Beberapa hal yang bisa dilakukan antara lain menonton serial yang alur ceritanya ringan dan menghibur, membaca buku-buku yang belum sempat dibaca, atau menulis tentang hal-hal yang disenangi.

Rutin Membersihkan Ruangan

Selain wajib memperhatikan sirkulasi udara, pasien isolasi mandiri harus rutin membersihkan ruangan tempat ia tinggal. Berhari-hari di dalam suatu ruangan bisa membuat ruangan terasa sumpek dan cepat kotor. Mulai dengan menyapu, membersihkan barang-barang dengan disinfektan, lalu mengepel. Ruangan yang wangi dan bersih tentu akan membuat perasaan kita lebih rileks serta senang.

Olahraga

Orang dewasa direkomendasikan untuk melakukan 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang atau 75 menit aktivitas fisik intensitas kuat per minggu. 

Aktivitas apapun lebih baik dibandingkan tidak bergerak sama sekali. Lebih banyak aktivitas, berarti lebih banyak manfaat kesehatan fisik dan mental yang didapat. 

Selama isolasi mandiri, cukup lakukan olahraga ringan di dalam rumah. Aktivitas seperti membersihkan rumah, membuat makanan, dan sebagainya juga dapat membantu tubuh untuk tetap bergerak. 

Istirahat Teratur

Tips kedua untuk tetap sehat dan bugar selama isolasi mandiri adalah beristirahat secara teratur dari duduk terus-menerus di depan layar komputer setiap 20 hingga 30 menit. 

Misalnya, ambil jeda di sela-sela pekerjaanmu untuk berjalan-jalan di sekitar rumah, bermain dengan hewan peliharaan, atau menyiram tanaman. 

Konsumsi Gizi Seimbang

Seperti diketahui, sangat penting mengonsumsi makanan bergizi seimbang dalam kondisi apapun. Terlebih lagi bagi Anda yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan terinfeksi Covid-19. Makanan kaya serat, seperti sayuran dan buah-buahan adalah menu wajib yang harus ada di menu makanan sehari-hari Anda selama melakukan isolasi mandiri. Selain itu, jangan lupa juga untuk mengonsumsi vitamin atau suplemen dan juga obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter penanggungjawab Anda.

Konsultasi Dokter

Tidak semua pasien Covid-19 dirawat di tempat khusus, mereka yang tidak bergejala atau hanya bergejala ringan bisa melakukan isolasi mandiri. Tersedia layanan konsultasi online dan obat gratis melalui layanan telemedicine Kementerian Kesehatan RI.

Karena dilakukan secara virtual, konsultasi kesehatan melalui telemedicine ini akan mengurangi risiko penularan dan pasien akan tetap mendapatkan pasokan obat. Isolasi mandiri jadi lebih efektif menekan risiko penularan.

Perbanyak Ibadah

Saat pasien sudah terindikasi positif Covid-19, mereka cenderung menjadi pesimis dan down. Namun, disaat inilah pasien sebenarnya sedang diuji oleh Allah SWT. Disaat inilah kita harus memperbanyak doa dan ibadah sebagai bentuk syukur dan takwa kepada Allah SWT. Salah satu keuntungan dari isolasi mandiri di rumah adalah pasien dapat memperbanyak ibadah. Dengan memperbanyak ibadah hati dan jiwa lebih tenang. Selalu mengingat Allah SWT akan mendatangkan ketentraman dan kedamaian hati.