Berikan Hewan Kurban, Relawan MRI Sapa Warga Pelosok

Sragen, relawan.id – Tahun ini, Global Qurban-ACT kembali meluaskan distribusi daging kurban ke berbagai negara. Khususnya negara dengan tingkat ekonomi rendah, krisis sumber daya hingga tengah dirundung konflik menjadi tujuan utama. Tak terlupakan juga distribusi kurban untuk saudara sebangsa, apalagi untuk mereka yang tinggal jauh dari perkotaan bahkan tepian negeri. 

Salah satu daerah yang menjadi tujuan relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) untuk mendistribusikan hewan kurban adalah Sragen, di sana ada beberapa daerah yang jarang mendapatkan hewan kurban karena penghasilan ekonomi mereka yang rendah.

“Alhamdulillah, MRI-ACT Sragen telah melaksanakan kegiatan distribusi hewan kurban yaitu berupa 5 sapi yang disalurkan ke beberapa wilayah Kabupaten Sragen yang daerahnya jarang ada hewan kurban dan penghasilan ekonomi masyarakatnya rendah,” ujar relawan MRI Banu Al-Fatih, Rabu (21/7/2021).

Kegiatan Global Qurban tahun ini relawan MRI Sragen membagi 5 tim relawan untuk memudahkan jalannya pendistribusian.  Beberapa daerah lokasi distribusi kurban MRI Sragen mayoritas penduduknya berpenghasilan rendah dan mata pencaharian mereka sebagai petani serta akses jalan di beberapa dukuh tersebut sangat sulit dilalui. 

“Tim tersebut tersebar ke beberapa titik yaitu tim Dukuh Blontah RT 20 RW 04, Desa Jekawal, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Tim kedua ada di Dukuh Ngingkung RT 14, Desa Banyuurip, Kecamatan. Jenar, Kabupaten Sragen, kemudian ada tim Dukuh. Kalitengah RT 03 RW 06, Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Selanjutnya tim Dukuh Ngelo RT 09, Desa Glonggong, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen dan yang terakhir ada tim Dukuh Dukuh RT 17, Desa. Jeruk, Kecamatan. Miri, Kabupaten Sragen,” jelasnya.

Dari beberapa titik, ada daerah yang memang sulit untuk dilalui, salah satu contohnya yaitu Dukuh Kalitengah RT 03, Desa Rejosari, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan. Di daerah ini terdapat 125 KK kurang lebih ada sekitar 375 jiwa sedangkan dari beberapa tahun yang lalu, dukuh ini tidak pernah melaksanakan penyembelihan hewan kurban dikarenakan tidak adanya hewan kurban. Kondisi geografis wilayah ini merupakan daerah perbukitan, banyak anak sungai tetapi tidak ada air yang mengalir karena musim kemarau. 

Sementara itu, menurut Ketua Takmi Masjid Baitut Taqwa Kali Tengah, Kasno mengatakan meskipun sungai minim air daerah ini jarang sekali mengalami kekeringan karena beberapa sumur warga masih ada airnya yang cukup digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Jarak Dukuh Kalitengah ke ibukota kecamatan kurang lebih 12 km dan jarak menuju ibukota kabupaten kurang lebih 40 km. Memang dukuh ini terletak jauh dari kota, bahkan pemerintah jarang berkunjung ke dukuh ini. Akses jalan menuju daerah ini sangat sulit dan tidak dapat dilalui mobil pribadi. Terdapat sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan terletak kurang lebih 2 km dari dukuh ini.

“Di sini mayoritas penduduknya bermata pencaharian petani mbak, kondisi rumahnya, ya seperti ini terbuat dari papan dan alasnya tanah. Masjid depan itu berdiri tahun 2007, saat itu ada bantuan dana 700 ribu untuk membangun masjid, akhirnya secukupnya saya jadikan masjid ini terbuat dari papan dan alas papan juga. Penghasilan saya pribadi hasil panen tebu itu sekitar 5 juta per tahun mbak. Cukup tidak cukup ya dicukupkan. Alhamdulillah, baru tahun ini Dukuh Kalitengah kembali menyembelih hewan kurban, sudah beberapa tahun lalu dukuh sini tidak ada hewan kurban. Terima kasih banyak kepada tim MRI yang telah memberikan hewan kurban untuk masyarakat Kalitengah, semoga sukses selalu dan semakin bermanfaat untuk banyak masyarakat lainnya. Terima kasih ACT,” jelas Kasno.