Bantu Warga Terdampak Kebakaran, MRI-ACT Bangun Posko Kemanusiaan

Makassar, relawan.id – Kebakaran dahsyat terjadi di pemukiman padat penduduk di Kompleks Lepping, Jalan Muhammad Tahir, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada Rabu (11/8/2021). Sedikitnya 95 unit rumah semi permanen hangus terbakar dan 15 lainnya terdampak.

Plt Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin mengatakan bahwa sedikitnya 22 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Selain itu sekitar 95 personel pemadam kebakaran juga diterjunkan untuk berjibaku bersama warga memadamkan api. 

“Kita kerahkan 22 unit mobil pemadam kebakaran, itu pun bolak-balik untuk mengisi air secara bergantian,” kata Hasanusddin, Rabu (11/8/2021). 

Hasanuddin juga menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari salah satu rumah yang kemudian menyebar ke rumah-rumah lainnya. Selain itu, rumah-rumah yang didominasi bahan kayu semakin mempermudah penyebaran api. 

“Di lokasi rumah-rumah itu semi permanen berbahan kayu jadi mudah terbakar. Pemukiman padat penduduk juga,” ucapnya. 

Jumaria (45) merupakan salah satu warga terdampak kebakaran ini. Rumahnya saat ini rata dengan tanah dan satu-satunya harta yang dimilikinya sekarang hanyalah pakaian dikenakan di badan saja. Ia pun mengaku bingung harus berbuat apa.

“Barang-barang enggak ada lagi yang tersisa, termasuk uang yang disimpan di rumah semuanya habis kebakar,” kata Jumaria.

Saat kejadian, Jumaria tak bisa berbuat banyak, termasuk menyelamatkan harta benda. Yang ia pikirkan saat itu ialah menyelamatkan diri bersama seluruh keluarga. Sehingga, pakaian yang melekat di badan menjadi aset yang tersisa. Saat malam harinya, Jumaria bersama keluarga dan korban kebakaran lain pun menempati tenda darurat yang beralas tikar saja.

“Saya bingung mau ke mana,” ungkapnya.

Pascakebakaran, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) bergerak cepat dengan mendirikan posko kemanusiaan tak jauh dari lokasi kebakaran. Posko kemanusiaan ini menjadi pusat pengumpulan bantuan dan akan disalurkan secara bertahap seluruhnya kepada korban terdampak kebakaran agar merata. Pendataan pun terus berlangusng agar bantuan dapat menyesuaikan dengan kebutuhan korban terdampak dan tepat sasaran.

“Korban terdampak kebakaran menantikan uluran tangan kita berupa makanan siap santap, bahan makanan pokok, pakaian baru, perlengkapan bayi, tenda, alas, selimut serta bantuan untuk renovasi rumah,” jelas Firman dari tim Program ACT Sulawesi Selatan.

Penyebab kebakaran sendiri diduga berasal dari salah satu rumah warga yang ditinggal pergi penghuninya dalam keadaan memasak, sehingga kompor meledak.  Kejadian ini menyebabkan 397 jiwa terpaksa mengungsi, sebagian besar ke masjid terdekat, atau bertahan di sisa puing rumah mereka walau hanya beralas tikar tanpa atap.