Suminah: Menjadi Relawan Adalah Makna dari Kemerdekaan

Jakarta, relawan.id – Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia selalu memperingati kemerdekaan dengan upacara bendera. Hal ini dilakukan untuk menghormati, menghargai, dan mengenang jasa para pahlawan yang berhasil merebut kemerdekaan. Tanpa jasa para pahlawan, Indonesia tak akan mencapai kemerdekaan.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang tak pernah melupakan jasa para pahlawannya. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu mengenang dan meneruskan perjuangan para pahlawan demi mewujudkan cita-cita bangsa.

Banyak cara untuk memaknai arti dari kemerdekaan, salah satunya menjadi relawan. Bagi Suminah (37) menjadi relawan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Ibu dari tiga anak ini bergabung menjadi relawan sejak 2020 lalu.

Bermula ketika ia diajak oleh tetangganya untuk mendaftar sebagai relawan. Keinginan kuat dalam diri Suminah agar bisa menjadi manfaat bagi orang lain membawanya pada keputusan untuk menjadi bagian dari MRI-ACT. Selama setahun ini, ia telah mengikuti beragam aksi di berbagai program ACT, diantaranya Gerakan Sedekah Pangan Nasional (GSPN), Konser Kemanusiaan bersama Melly Goeslaw, juga aksi kepedulian untuk Palestina yang dialokasikan sebagai penyediaan ambulans Indonesia di Gaza.

Suminah menjelaskan makna merdeka baginya sederhana, tak muluk-muluk, yang penting bisa berguna dan bermanfaat untuk orang lain. Hal itu yang sejaki dahulu hingga kini Suminah tanamkan dalam dirinya.

“Merdeka itu bisa membantu orang lain, saya sadar saya masih kurang secara ekonomi tetapi saya bangga bantu orang lain dengan tenaga dan pikiran saya,” katanya, Senin (16/8/2021).

Ia kemudian bercerita mengapa kemerdekaan sebenarnya begitu mudah dirasakan oleh setiap orang. Berawal dari cerita anak ketiganya yang meninggal dunia akibat leukimia, Suminah mendapatkan bantuan dan dukungan dalam berbagai bentuk. Ia mendapatkan bantuan ekonomi dari keluarga, teman, bahkan hingga orang yang tak dikenal. Itulah titik balik Suminah. Ia menanamkan di dalam benaknya tentang apa yang harus dilakukan agar bisa meringankan kesusahan orang lain. Sejak saat itu ia beritikad bahwa meski ekonomi pas-pasan, ia berharap tenaga dan pikirannya tetap bisa dimanfaatkan.

“Jadi di hati itu, ya Allah saya harus bisa, kalo ada yang butuh saya bantu, ini bentuk kesenangan hati bisa bantu orang, karena dengan amalan ini bisa menjadi pembeda di surga,” kata Suminah.

Di sisi lain, Suminah mengatakan bahwa makna lain merdeka versinya yaitu ketika melihat orang-orang disekitarnya merasa bahagia. Termasuk bahagia yang dirasakan oleh ketiga anak-anaknya yang menemani hingga saat ini.

“Saya merdeka kalau anak saya merasa senang dan bahagia, kalau belum, saya belum merdeka. Belum liat orang senang belum merdeka,” ucapnya.