HMS Bersama MRI-ACT Kalbar Gelar Layanan Kesehatan Gizi Terpadu

Kalbar, relawan.id – Lebih dari setahun semenjak COVID-19 pandemi merebak, laporan terbaru UNICEF menyampaikan bahwa 80 juta anak dan remaja di Indonesia menghadapi dampak sekunder yang meluas dari pandemi, yaitu terhadap pembelajaran, kesehatan, gizi, dan ketahanan ekonomi mereka.

Menurut laporan UNICEF yang berjudul Menuju Respons dan Pemulihan COVID-19 yang Berfokus pada Anak: Seruan Aksi, pandemi dinyatakan menghambat pendidikan jutaan pelajar, membatasi akses penting ke layanan kesehatan, gizi, dan perlindungan, serta menyebabkan keluarga-keluarga harus berjuang keras untuk mempertahankan kondisi keuangannya. Pandemi juga memperparah ketimpangan yang sudah ada, khususnya yang terkait dengan gender, kemiskinan, dan disabilitas, dan hal ini akan berdampak signifikan terhadap perkembangan anak.

Merespon hal itu, Humanity Medical Services (HMS) bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) menggelar Program Layanan Kesehatan Gizi Terpadu. Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan besar #BangkitkanNutrisiBangsa yang digerakan HMS dan ACT Kalimantan Barat yang berkolaborasi dengan Komunitas Negeri Putih dan Dinas Kesehatan Kota Pontianak serta dukungan bantuan paket gizi dari PT. Fajar Bahari. Kegiatan ini digelar di Gang Era Baru, Kelurahan. Sungai Jawi Dalam, Kecamatan Pontianak Barat, Pontianak, Kalimantan Barat (Posyandu Anggrek).

“Tujuan umum Kegiatan ini adalah untuk menciptakan norma sosial masyarakat Indonesia untuk menerapkan pola konsumsi makanan yang seimbang dan aktvitas fisik yang teratur dan terukur. Secara khusus kegiatan ini bertujuan, yakni; Meningkatnya pengetahuan, sikap dan perilaku masyarakat tentang pola konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman; Membudayakan masyarakat untuk melakukan aktivitas fisik yang teratur dan terukur,” ujar relawan MRI Kalbar, Akbar, Sabtu (21/8/2021).

Selain itu, kegiatan ini juga untuk meningkatnya kerjasama dan dukungan para pemangku kepentingan yang strategis (pemerintah, swasta, dan masyarakat) dalam pengembangan dan penerapan norma sosial pola konsumsi makanan dan aktivitas fisik. semoga dengan adanya program ini ada dapat membantu peningkatan Gizi anak-anak yang mengalami permasalahan dengan Gizi.

Akbar melanjutkan, rangkaian kegiatan ini secara resmi dimulai dengan Pelatihan Kader Posyandu sebagai upaya dalam penyamaan persepsi di awal implementasi yang di laksanakan pada tanggal 10 maret 2021 lalu. Kegiatan kali ini merupakan layanan kesehatan gizi terpadu yang ketiga kalinya.

“Pada kegiatan kali ini, Tim Negeri Putih bersama Tim MRI-ACT Kalbar, kader Posyandu dan pihak puskesmas Sungai Jawi Dalam, melakukan pemeriksaan Berat dan Tinggi Badan kepada anak-anak peserta posyandu serta pemberian edukasi kepada orangtua agar Gizi Anak yang mengalami permasalahan mengalami perbaikan dan di akhir pemeriksaan para anak yang mengalami permasalahan Gizi di beri paket Gizi untuk memenuhi keperluan Gizi Anak tersebut,” pungkasnya.