MRI-ACT Salatiga Bantu Remaja yang Alami Kanker Lutut

Salatiga, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Salatiga melanjutkan misi kemanusiaan. Kali ini para relawan MRI membantu seorang remaja asal Salatiga yang mengalami kanker lutut.

Schatzi Ananda (18) remaja asal desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, menderita tumor tulang sejak satu tahun yang lalu. Relawan MRI-ACT Salatiga Ardian menjelaskan, kaki kanan Schatzi membengkak sehingga ia tidak bisa beraktivitas normal. Jalan pun Schatzi sangat kesulitan, hingga harus dibantu oleh ibundanya.

“Berawal dari nyeri di paha sebelah kanan, Schatzi dibawa puskesmas Gedangan. Diberi obat asam urat tapi masih mengalami nyeri,” kata Ibunda Schatzi, Kurniawanti, kepada Ardian.

Ardian menerangkan, Schatzi kemudian melakukan pemeriksaan di salah satu laboratorium Rumah Sakit di Solo, Jawa Tengah. Dokter mendiagnosa bahwa Schatzi mengalami penyakit tumor tulang.

Usulan dari dokter, Schatzi harus rutin periksa ke rumah sakit. Namun keterbatasan ekonomi, Schatzi hanya mengandalkan obat tradisional dan berharap bisa lebih cepat sembuh.

Schatzi tinggal di rumah bersama ibu, nenek dan kedua adiknya. Sejak meninggalnya sang ayah lima tahun lalu, hidup Satchi dan keluarganya semakin sulit memenuhi kebutuhan hidup. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka kesulitan apalagi membawa berobat Schatzi.

Mendengar cerita tersebut, hati Ardian tergerak, ia mewakili MRI-ACT dan sejumlah relawan MRI-ACT melakukan upaya berbagai bantuan. Mulai dari menggalang donasi untuk Satchi hingga menghubungkannya dengan fasilitas kesehatan.

“Alhamdulillah, sejumlah donasi yang terkumpul sudah kita berikan, kita sekarang sedang melakukan pendampingan medis untuk Schatzi,” kata Adrian.