MRI-ACT Terjunkan Relawan Bantu Warga Terdampak Banjir Samarinda

Samarinda, relawan.id – Lebih dari 5.000 warga yang tinggal di sejumlah kelurahan di Kecamatan Samarinda, Utara, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), terdampak banjir akibat intensitas hujan lebat di Kota Samarinda dalam tiga hari terakhir.

Pelaksana tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Hambali di Samarinda, Ahad (5/9/2021), menjelaskan masyarakat di lima kelurahan di Samarinda Utara yakni Kelurahan Budaya Pampang, Kelurahan Samarinda Utara, Kelurahan Sempaja Timur, Kelurahan Gunung Lingai dan Lempake terimbas banjir dengan ketinggian air 30-55 cm.

Selain itu, sejumlah warga yang tinggal di perumahan Bengkuring dan Griya Mukti juga direndam banjir dengan ketinggian air mencapai 20-50 cm.

Hingga Kamis (9/9/2021), terhitung menjadi sepekan banjir melanda Samarinda, Kalimantan Timur. Bencana yang dipicu hujan deras dan angin kencang pada Kamis (2/9/2021) lalu itu menggenangi ratusan rumah yang membuat ribuan jiwa hari menjadi korban.

Berdasarkan data yang dihimpun tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kalimantan Timur, beberapa daerah yang terendam banjir antara lain 12 RT di Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara dan 5 RT di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Ketinggian air pun  beragam, mulai dari 40-90 sentimeter.

Merespons banjir ini, relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) bergegas mengirimkan tim tanggap darurat untuk membantu warga. Selain itu, posko darurat juga didirikan di Jalan Wahid Hasyim 1, Sempaja Selatan, Samarinda Utara.

“Saat ini bantuan dari dermawan yang menyalurkan kepeduliannya melalui ACT sudah mulai didistribusikan. Makanan siap santap, kebutuhan pangan serta obat-obatan yang segera dihadirkan karena ini yang mendesak,” jelas relawan MRI-ACT Kaltim Budi Cahyanto, Rabu (8/9/2021).

Dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, dalam beberapa hari ke depan wilayah Samarinda masih berpotensi dilanda hujan. Untuk itu, warga diminta tetap waspada akan bencana banjir yang mungkin saja bisa terjadi lagi.