Longsor Terjang Dua Kecamatan di Cianjur

Cianjur, relawan.id – Tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, mendampak dua kecamatan, Senin (20/9/2021). Lokasi tersebut yaitu Desa Merkamuly di Kecamatan Cikalongkulon dan Desa Sukabungah di Kecamatan Campakamulya.

BPBD melaporkan material longsoran menimpa dua unit rumah dan satu unit sekolah Madrasah Aliyah Nurul Aklam. Longsor mengakibatkan dua KK atau sekitar tujuh warga harus mengungsi sementara ke rumah kerabat terdekat.

Sementara, satu warga Desa Mekarmulya menderita luka berat. Ia mendapatkan penanganan medis dan rujukan di Rumah Sakit Umum Daerah Cianjur.

Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Asep Sudrajat menerangkan, longsor susulan mungkin terjadi mengingat Kabupaten Cianjur masuk wilayah dengan potensi tanah longsor kategori sedang hingga tinggi. Berdasarkan analisis InaRISK, sebanyak 29 kecamatan berada pada kategori tersebut, salah satunya Kecamatan Cikalongkulon dan Kecamatan Campakamulya.

“Dari peringatan dini cuaca BMKG, terpantau di wilayah Kabupaten Cianjur masih berpotensi hujan ringan hingga sedang yang terjadi hingga esok hari,” katanya.

Tindakan Saat Terjadi Longsor

Training, Education and Development Disaster Management Institute of Indonesia (DMII), Erry Septiadi menjelaskan ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat terjadi longsor. Pertama tetap waspada dan bangunkan seluruh keluarga, mengingat sebagian besar korban longsor dalam kondisi tertidur lelap.

“Segera keluar dari daerah longsoran atau aliran reruntuhan atau puing ke bidang yang stabil,” jelas Erry saat dihubungi Senin (20/9/2021).

Menurutnya bila tidak memungkinkan melarikan diri, lingkarkan tubuh seperti bola dengan kuat dan lindungi bagian kepala. Posisi ini akan memberikan perlindungan terbaik untuk badan.

Selanjutnya mengamati sekitar rumah, jika ada aliran lumpur atau lumpur campur batu bersiap mungkin akan terjadi longsor besar. Kemudian lakukan persiapan untuk lakukan evakuasi secepatnya, seperti terjadi perubahan mendadak layaknya penambahan atau pengurangan debit aliran air. Ada perubahan mendadak air yang sebelumnya jernih menjadi keruh.

“Perubahan mendadak ini menunjukkan adanya aktivitas longsor di bagian puncak. Jangan tunggu waktu, selamatkan diri,” katanya.

Selanjutnya, pada waktu evakuasi, pilihlah jalan yang akan dilewati. Tetap tenang dan jangan memilih jalan retak atau berpotensi longsor. Karena kondisi itu mungkin saja menimbulkan longsor baru.

“Identifikasi potensi risiko dan bahaya di sekitar keluarga Anda dan segera lakukan rencana kesiapsiagaan keluarga sehingga seluruh anggota keluarga terhindar dari bencana,” kata Erry.